KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PPPA CANANGKAN PEKKA-PERINTIS

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 20 Desember 2016
  • Dibaca : 1263 Kali
...


KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PPPA CANANGKAN PEKKA-PERINTIS

Siaran Pers Nomor:B-141/Set/Rokum/MP 15/12/2016

 

Jakarta (20/12) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerjasama dengan Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan INSPIRIT mencanangkan Gerakan Perempuan Kepala Keluarga Inovator Indonesia (Pekka-Perintis). Gerakan ini merupakan inisiatif untuk memperluas jangkauan dan memperkuat peran penting perempuan secara umum dan perempuan kepala keluarga miskin secara khusus agar menjadi subyek serta penggerak masyarakat dalam menghapuskan kemiskinan melalui gerakan  Three Ends di Indonesia.  Pekka-Perintis diharapkan dapat menjadi gerakan sosial yang terstruktur dan berkesinambungan dalam mendukung program-program pemerintah di lapangan ke depannya.  Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 600 perempuan kepala keluarga dari 34 Provinsi yang diorganisir sejak November 2016.


 

“Pekka-Perintis dimaksudkan untuk menghimpun, memperkuat, dan mendukung 100.000 Pekka-Perintis, atau satu desa/kelurahan minimal satu Pekka-Perintis, yang akan menjadi penggerak program  Three Ends berbasis masyarakat. Selanjutnya juga untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan kisah dan inovasi Pekka-Perintis di seluruh Indonesia dalam hal membangun masyarakat, khususnya peran mereka dalam menggerakkan dan mengkampanyekan program  Three Ends di masyarakat,” ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise saat membuka acara Pekka-Perintis di Jakarta, Selasa (20/12).


 

Pekka-Perintis telah dilatih oleh 104 Promotor Pekka-Perintis dari 34 Provinsi.  Promotor telah mendata dan mendokumentasikan 1,800 orang Pekka-Perintis di wilayahnya masing-masing. Hingga saat ini telah terkumpul 1,800 orang Pekka-Perintis dari 34 Provinsi di Indonesia.  Mereka adalah perempuan kepala keluarga yang telah mengembangkan berbagai inovasi yang berguna bagi masyarakat sekitarnya.  Saat ini juga sedang dikembangkan Aplikasi Android Pekka-Perintis yang akan dipergunakan untuk menjangkau Pekka-Perintis di seluruh pelosok Indonesia. Pada akhir 2019 diharapkan paling tidak ada satu Pekka-Perintis di setiap desa di Indonesia yang akan menjadi motivator Gerakan Pekka-Perintis di Indonesia.  Mereka juga akan menjadi ujung tombak gerakan Three Ends yang telah dicanangkan oleh KPPPA pada tahun ini, yaitu gerakan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang, dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan.

 

Dalam buku RPJMN 2015-2019, Bappenas mengemukakan bahwa Rumah Tangga Miskin yang dikepalai oleh perempuan (RTM-P) mengalami peningkatan 1,09% sedangkan rumah tangga miskin yang dikepalai laki-laki (RTM-L) menurun 1,09% selama tahun 2006-2012. TNP2K juga mencatat bahwa tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan RTM-P lebih buruk dari RTM-L. Penurunan tingkat kedalaman kemiskinan RTM-P hanya 19% sedangkan RTM-L mencapai 25%. Sementara itu data BPS 2014 menunjukkan bahwa 14,84% rumah tangga di Indonesia dikepalai perempuan[1].


 

Sementara itu, survey yang dilakukan PEKKA bekerjasama dengan SMERU pada 2012 memperlihatkan bahwa proporsi perempuan kepala keluarga (Pekka) mencapai 25.1% dimana 49% merupakan kelompok termiskin di Indonesia (20% terbawah).[2] Lebih jauh lagi hasil survey PEKKA-SMERU memperlihatkan bahwa perempuan menjadi Pekka tidak hanya karena suami meninggal, bercerai, merantau, berpoligami, sakit, tua atau disabilitas, namun juga perempuan lajang yang memiliki anak atau menanggung anggota keluarga. Sebagian besar Pekka yang bercerai pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Tidak kurang dari 68% Pekka berpendidikan SD ke bawah.

 

Berdasarkan gambaran di atas, maka salah satu subyek utama dari program  Three Ends dan upaya penghapusan kemiskinan untuk mencapai tujuan ke-5, 6, dan 7 Nawacita Presiden RI adalah perempuan kepala keluarga (Pekka). Sejak 2008, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah memberikan perhatian khusus pada Pekka, salah satunya telah dimuat dalam kertas kebijakan untuk kesetaraan gender tahun 2011.

 

“Dulu kami hanya berkutat di kebijakan, namun kami terinspirasi Presiden Jokowi supaya kami keluar dari kebiasaan, yaitu harus mengambil peran untuk menghadirkan negara melalui KPPPA kepada masyarakat. Sebenarnya kami  pada awalnya kesulitan untuk menterjemahkan hal ini namun untunglah kami dibantu beberapa lembaga salah satunya INSPIRIT untuk mengkerangkakan bagaimana KPPPA bisa hadir di masyarakat. Salah satu program itu adalah Program Pekka-Perintis yang akan dilakukan hingga 2020, dimana diharapkan bisa menjangkau 76.000 perempuan di seluruh pelosok Indonesia” tutur Kepala Biro Perencanaan dan Data Sekretariat KPPPA, Titi Eko Rahyu.

 

Titi Eko menambahkan ide Pekka-Perintis lahir dari kegelisahan KPPPA tentang persoalan kemiskinan perempuan kepala keluarga. Sudah saatnya pemerintah membuat program yang bisa menyentuh masyarakat hingga lapisan terbawah. Dengan menggunakan aplikasi android, diharapkan masyarakat bisa terjangkau sekaligus terlibat dalam mendukung program Three Ends.

 

“Saat ini Pekka miskin telah didampingi dan diperkuat melalui kelompok-kelompok berbasis di desa yang telah mencapai lebih dari 1.200 kelompok, tersebar di 20 Provinsi, mengembangkan berbagai inovasi dan kegiatan untuk mengatasi kemiskinan, melawan berbagai bentuk kekerasan, dan menjadi pemimpin serta penggerak perubahan sosial di masyarakatnya. Pekka-Perintis dilaksanakan dalam rangka memperluas jangkauan dan memperkuat peran penting Pekka tidak hanya sebagai penerima manfaat upaya pengentasan kemiskinan, namun juga sebagai subyek dan penggerak masyarakat untuk menghapus kemiskinan,” pungkas Direktur PEKKA, Nani Zulminarni.

 

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : humas.kpppa@gmail.com

 

[1] Badan Pusat Statistik, 2014. Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2014

[2] PEKKA & SMERU, 2014. Menguak Keberadaan dan Kehidupan Perempuan Kepala Keluarga: Laporan Hasil Pemantauan Kesejahteraan Berbasis Komunitas (SPKBK-PEKKA).

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Agustus 2017

KEMEN PPPA TERIMA PENGADUAN NAFA URBACH TERKAIT DUGAAN KASUS PEDOFILIA (81)

Jakarta (21/8) – Nafa Urbach didampingi Pengacaranya Sandy Arifin, menyampaikan aduan terkait kasus dugaan pedofil yang mengincar anaknya Michaela Lee…
Siaran Pers, Minggu, 20 Agustus 2017

RATA-RATA 3 (TIGA) ORANG MENINGGAL SETIAP JAM AKIBAT KECELAKAAN JALAN (29)

Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan.
Siaran Pers, Sabtu, 19 Agustus 2017

SEA GAMES XXIX/2017 Resmi dimulai (26)

Hari ini SEA Games ke-29, Kuala Lumpur, secara resmi dimulai.
Siaran Pers, Senin, 14 Agustus 2017

3 KABUPATEN JAYAWIJAYA TERIMA SOSIALISASI ISU PEREMPUAN DAN ANAK (86)

Wamena (14/8) – Hari kedua kunjungan kerja di Papua, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, lakukan sejumlah…
Siaran Pers, Senin, 14 Agustus 2017

Pemerintah Gandeng Pemangku Kepentingan Dorong Pencapaian Program Satu Juta Rumah (65)

Dalam upaya mendorong pencapaian target dan kualitas perumahan lewat Program Satu Juta Rumah, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…