KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

SERAH TERIMA MOLIN KEPADA PROVINSI BENGKULU

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 18 November 2016
  • Dibaca : 1007 Kali
...

Bengkulu, 18 November 2016, Bertepatan dengan HUT Provinsi Bengkulu ke-48 dilakukan serah terima hibah Molin antara KPP&PA dengan Provinsi Bengkulu dan 4 Kabupaten/Kota di Bengkulu.

Penyerahan Molin kepada Provinsi Bengkulu merupakan salah satu rangkaian serah terima hibah kendaraan kepada 34 Provinsi di Indonesia.  

Pengadaan Molin (Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak) dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pelayanan penanganan, pencegahan, dan pemberdayaan  korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimana Molin ini diperuntukkan sebagai bantuan kendaraan operasional pada P2TP2A khususnya kepada perempuan dan anak yang menjadi korban tindak kekerasan dan memerlukan pelayanan P2TP2A.

Tujuan pengadaan Molin adalah untuk:

  1. Memperluas jangkauan pelayanan korban kekerasan
  2. Menjemput dan mengantar korban kekerasan, terutama dalam proses konseling, trauma healing, persidangan dan rehabilitasi serta reintegrasi sosial.
  3. Mempercepat pelayanan korban kekerasan.
  4. Promosi pencegahan kekerasan.
  5. Meningkatkan frekuensi koordinasi dan intensitas pendampingan korban.
  6. Meningkatkan peran provider atau penyedia layanan dalam menangani kasus dan mendampingi korban kekerasan.


 

Bertempat di Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bengkulu. Kendaraan Molin di berikan kepada Provinsi Bengkulu sebanyak 5 unit Kendaraan, yang di peruntukan kepada :

  1. Provinsi Bengkulu
  2. Kabupaten Rejang Lebong
  3. Kota Bengkulu
  4. Kabupaten Kepahiang
  5. Kabupaten Bengkulu Selatan

Dalam pertemuan ini, Serah terima hibah Molin yang di diberikan kepada Provinsi Bengkulu, di serahkan oleh Tim dari KPP&PA yang di pimpin oleh Ibu Dian Rahmawati selaku Kepala Bagian Rumah Tangga KPP&PA, dan dari Provinsi Bengkulu di terima oleh Ibu Diah Irianti selaku Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bengkulu dan para Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Kabupaten/Kota di Bengluku beserta staf.

Dalam kesempatan ini Ibu Dian Rahmawati menyampaikan bahwa sesuai dengan komitmen yang sudah disepakati bersama: agar molin dipergunakan sesuai peruntukannya, bukan untuk operasional rutin. Dan diharapkan dengan adanya Molin dapat mengurangi angka kekerasan pada perempuan dan anak di wilayah Prov/kab/kota di Bengkulu.

Beliau juga menyampaikan Kendaraan ini untuk segera dimasukkan kedalam inventaris barang milik daerah, dan dianggarkan operasional serta pemeliharaannya, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya dan kendaraan digunakan dalam waktu yang lama.

Ibu Diah Irianti Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Bengkulu mengingatkan bahwa peruntukan molin ini sebagai mobil khusus perlindungan jadi jangan digunakan untuk kegiatan lainnya yang tidak berhubungan dengan maksud awal diadakannya molin ini, beliau juga menambahkan semoga kedepannya untuk Kabupaten yang lain di Provinsi Bengkulu bisa mendapatkan Kendaraan Molin tersebut.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 22 September 2017

Lelang Perawan dan Kawin Kontrak Bentuk Eksploitasi Kaum Perempuan (1761)

Pemerintah menentang keras Lelang Perawan dan Kawin Kontrak yang belakangan beredar melalui situs nikahsirri.com. Program yang diluncurkan oleh Partai Ponsel…
Siaran Pers, Jumat, 22 September 2017

KEADILAN MELALUI RPP RESTITUSI BAGI ANAK KORBAN TINDAK PIDANA (73)

JAKARTA (22/9), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Restitusi bagi…
Siaran Pers, Jumat, 22 September 2017

RUU PKS MULAI DIBAHAS ANTARA PEMERINTAH DAN DPR (36)

Jakarta (22/9) – Pemerintah sepakat membahas Rancangan Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang diinisiasi oleh DPR RI yang…
Berita, Selasa, 19 September 2017

Waspada Pandemi Influenza, Kemenkes Simulasi Siaga (101)

Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini…
Siaran Pers, Senin, 11 September 2017

CEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK MELALUI PATBM (541)

Menyadari masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan Pelatihan Tematik…