KemenPPPA dan Save the Children Perkuat Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak di Era Digital
Jakarta, 11 Maret 2026 — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerja sama dengan Save the Children Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Modul Pengasuhan Anak di Era Digital pada 9–11 Maret 2026 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas fasilitator dalam mendampingi orang tua dan pengasuh agar mampu memberikan pengasuhan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program First Click, sebuah inisiatif kolaboratif yang berupaya memperkuat sistem perlindungan anak di dunia digital sekaligus mempromosikan kesehatan mental anak dan remaja.
Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan KemenPPPA, Dwi Jalu Atmanto, menekankan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi anak untuk belajar dan berkembang, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama.
“Anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital. Oleh karena itu, pengasuhan anak di era digital memerlukan pendekatan yang adaptif. Orang tua tidak hanya perlu membatasi, tetapi juga mendampingi, memahami, dan membimbing anak agar dapat menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab,” ujar Dwi Jalu Atmanto.
Melalui pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari perwakilan guru dan komite sekolah dibekali berbagai materi terkait refleksi peran orang tua di era digital, hak anak dan kompetensi dasar pengasuhan, pengelolaan media digital dalam keluarga, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan media digital, hingga upaya menciptakan lingkungan digital yang sehat bagi anak.
Menurut Dwi Jalu, penguatan kapasitas fasilitator merupakan langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengasuhan anak yang positif di era digital.
“Para fasilitator yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing untuk membantu orang tua dan pengasuh memahami bagaimana mendampingi anak di ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Andri Yoga Utami, Advocacy Manager Save the Children Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan KemenPPPA melalui program First Click merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak di ruang digital melalui peningkatan kapasitas orang tua, pengasuh, dan lingkungan sekitar anak.
“Pendampingan kepada orang tua dan pengasuh menjadi kunci penting dalam memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif. Melalui pelatihan fasilitator ini, kami berharap semakin banyak pihak yang memiliki kapasitas untuk mendukung keluarga dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak,” ujar Andri Yoga Utami.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para fasilitator akan melaksanakan daily activity selama tiga bulan, yaitu pada periode April hingga Juni 2026, di lima sekolah yang menjadi piloting project, yaitu SMPN 268 Jakarta, SMPN 52 Jakarta, SMPN 19 Jakarta, SMPN 107 Jakarta, dan SMPN 141 Jakarta.
Implementasi kegiatan tersebut akan dilakukan dengan pendampingan dari KemenPPPA bersama Save the Children Indonesia, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam melindungi anak di ruang digital.
Melalui kolaborasi ini, KemenPPPA berharap semakin banyak orang tua dan pengasuh yang memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara aman dan sehat, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di era digital.
Sumber : Satuan Kerja Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak- 11-03-2026
- Kunjungan : 110
-
Bagikan: