KemenPPPA dan Save the Children Perkuat Peran Wali Asuh dan Wali Asrama di Sekolah Rakyat dalam Pengasuhan Anak di Era Digital
Jakarta, 30 April 2026 — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Pusdiklatbangprof Kemensos, dan Save the Children Indonesia bekerja sama menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Modul Pengasuhan Anak di Era Digital pada tanggal 27, 29, dan 30 Maret 2026 di Cawang, Jakarta Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat agar mampu memberikan pengasuhan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program First Click, sebuah inisiatif kolaboratif yang berupaya memperkuat sistem perlindungan anak di dunia digital sekaligus mempromosikan kesehatan mental anak dan remaja.
Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan KemenPPPA, Dwi Jalu Atmanto, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo. Sehingga penguatan wali asuh dan wali asrama dianggap tepat dan strategis agar setiap anak di Sekolah Rakyat mendapatkan perlindungan anak di dunia digital secara maksimal.
Melalui pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari wali asuh dan wali asrama 8 Sekolah Rakyat yang ada di Jabodetabek mendapatkan materi terkait refleksi pengasuhan digital, pemahaman hak anak dan kompetensi digital, dampak teknologi pada anak, pendampingan wali asuh dan wali asrama untuk akses media digital, dan menciptakan dunia digital yang sehat untuk anak.
8 Sekolah rakyat tersebut antara lain SRMA 9 Jakarta Timur, SRMP 6 Jakarta Timur, SRMA 10 Jakarta Selatan, SRMA 33 Tangerang Selatan, SRMA 13 Bekasi, SRT 43 Bekasi, SRMA 12 Bogor, dan SRMP 10 Bogor. Setiap sekolah tersebut mengirimkan perwakilan 2 orang wali asuh dan 1 orang wali asrama. Sehingga keseluruhan peserta dari Sekolah Rakyat berjumlah 28 orang.
Selain itu, kegiatan ini juga didukung dan dihadiri secara langsung oleh Kepala Bidang Sekolah Rakyat Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Puslitbangprof) Kementerian Sosial (Kemensos) serta 6 orang Widyaiswara Puslitbangprof. Muji selaku Kepala Bidang Sekolah Rakyat dari Pusdiklatbangprof Kemensos memberikan apresiasi kepada KemenPPPA dan Save the Children Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
”Kami sangat apresiasi kegiatan ini karena membantu kami dari Pusdiklatbangprof Kemensos untuk memberikan penguatan kepada wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat. Kami sudah membuat sebuah skema untuk pengembangan kompetensi tersebut akan tetapi masih kesulitan untuk pelaksanaannya. Sehingga saat KemenPPPA memberikan iniasiasi ini kami senang bisa diajak untuk bekerjasama.” ujar Muji.
Sementara itu, Andri Yoga Utami, Advocacy Manager Save the Children Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan KemenPPPA melalui program First Click merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak di ruang digital melalui peningkatan kapasitas wali asuh dan wali asrama yang ada di lingkungan pendidikan
Pada hari terakhir kegiatan pelatihan, seluruh wali asuh dan wali asrama membuat rencana tindak lanjut yaitu memberikan pelatihan internal di sekolah rakyat masing-masing. Peserta yang telah menjadi peserta pada pelatihan ini akan menjadi fasilitator dan akan tetap mendapatkan pendampingan dari KemenPPPA, Kemensos serta Save the Children Indonesia. Implementasi diharapkan dilakukan pada kurun waktu 3 bulan yaitu bulan Mei hingga Juli 2026.
Melalui kolaborasi ini, KemenPPPA berharap wali asuh dan wali asrama memiliki pemahaman serta keterampilan dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara aman dan sehat. Selain itu, diharapkan juga perlindungan anak di dunia digital dapat dilakukan semaksimal mungkin di lingkungan pendidikan.
Sumber : Satuan Kerja Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak- 30-04-2026
- Kunjungan : 17
-
Bagikan: