Press Release: Kematian 41 Orang Anak di Papua, Menteri PP dan PA : Ungkap Penyebab Kematian agar Tak Meluas!

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 3783 Kali

PRESS RELEASE

Kematian 41 Orang Anak di Papua

Menteri PP dan PA : Ungkap Penyebab Kematian agar Tak Meluas!

Siaran Pers Nomor : 144/Humas/KemenPPPA/11/2015

 

Jakarta (25/11) – Kematian 41 orang anak dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua menyita perhatian khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise. Sebagai Kementerian yang bertugas untuk merumuskan kebijakan dan koordinasi mengenai isu perempuan dan anak, Yohana menyampaikan bahwa KPP dan PA akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan juga Dinas Kesehatan setempat untuk bersama-sama menghentikan wabah yang diketahui mulai menyerang sejak awal November tersebut.

“Saya sampaikan rasa duka cita saya yang mendalam atas kejadian yang menimpa generasi penerus bangsa di Kabupaten Nduga. Penyebab kejadian tersebut hingga kini masih belum jelas, dan ini yang harus segera diungkap, agar tak perlu lagi ada anak yang meninggal karena wabah tersebut. Apalagi sampai meluas ke daerah lain,”ungkap Menteri PP dan PA, usai melakukan Konferensi Pers mengenai Peringatan Hari Ibu, di Kantor Kementerian PP dan PA, Rabu (25/11).

Dalam kesempatan itu, Yohana yang juga merupakan orang asli Papua tersebut mengungkapkan bahwa kesehatan merupakan salah satu hak yang mendasar bagi seorang anak. Hak tersebut tercantum dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia 25 tahun lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990. Hak yang dimaksud adalah Hak terhadap Kelangsungan Hidup (survival rights), yang meliputi hak-hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup (the rights of life) dan hak untuk memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya (the rights to highest standard of health and medical care attainable).

“Implementasi konkret yang kita lakukan terkait hal tersebut yakni dengan mendorong seluruh kabupaten/kota untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak, yang didalamnya pun memperhatikan bidang kesehatan anak melalui puskesmas ramah anak, pemberian ASI ekslusif, dan pemberian imunisasi sebagai investasi kesehatan yang penting untuk membangun kekebalan pada tubuh anak,”lanjut Yohana menjelaskan.

Selain itu, Yohana juga mengingatkan seluruh masyarakat agar gencar menerapkan dan mempromosikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai modal utama dalam mencegah berbagai penyakit yang menyerang.

“Sesuai dengan prinsip dalam kesehatan yang sudah sering kita dengar, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati,”tegas Yohana di akhir pernyataannya.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (41)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (43)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (90)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (82)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Tingkatkan Partisipasi Anak, Kemen PPPA Perkuat Peran Forum Anak (80)

Bali (13/09) – Partisipasi anak, merupakan satu dari 5 hak dasar anak yang terendah dalam hal pemenuhannya