MENTERI PP DAN PA : PEREMPUAN ADALAH TIANG NEGARA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 21 April 2016
  • Dibaca : 1886 Kali

 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PP DAN PA : PEREMPUAN ADALAH TIANG NEGARA

Siaran Pers Nomor: 33 /Humas KPP-PA/4/2016

            Jakarta (21/4) - Hari Kartini ini merupakan momentum tepat untuk menyegarkan ingatan kita tentang pesan Ibu Kartini yang telah berjuang untuk menyuarakan hak perempuan untuk mendapatkan akses yang sama dengan laki-laki dalam rangka memenuhi haknya sebagai manusia seutuhnya. Pada diskusi kali ini, Kementerian PP dan PA berusaha mengangkat prestasi dan sumbangsih yang dapat diberikan seorang perempuan dalam kehidupannya.

            Narasumber pada diskusi kali ini yang terdiri dari Yohana Yembise (Menteri PP dan PA), Heni Sri Sundani (Mantan TKI, Top 30 Social Entrepreneur, Pendiri AgroEdu Jampang Community), Salma Indria Rahman (Pendongeng Boneka Jari, Juki and Friends), Yanti Nisro Corbett (Deputy Managing Director DEKA Marketing), dan Wida Nurfarida (Kepala Satuan Kerja Tol Cisumdawu, Pimpinan Proyek Pembangunan Tol, PUPR). Mereka dipilih bukan melalui sebuah kompetisi atau nilai penjurian, melainkan apresiasi atas kisah dan cerita hidup mereka yang inspiratif, memberikan dampak bagi sekelilingnya, dan mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya. Di luar sana banyak perempuan hebat lainnya, namun setidaknya mereka dapat mewakili.

            Menteri Yohana mengakui bahwa pada saat ini sudah banyak perempuan hebat yang lahir di Indonesia dan muncul ke permukaan, namun bukan berarti tantangan kita selesai di sini. Masih banyak yang harus diperjuangkan, salah satunya adalah perubahan pola pikir bagi masyarakat yang masih terpasung budaya, agama maupun stereotype lainnya yang masih mendiskriminasikan perempuan. “Perempuan adalah tiang negara, maka akses bagi perempuan untuk memenuhi haknya menjadi sangat penting, salah satunya adalah pendidikan,” tambah Menteri Yohana.

            Kiranya kesempatan seperti ini dapat menularkan semangat Kartini, khususnya kepada perempuan-perempuan Indonesia untuk dapat memperjuangkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki dalam mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan. “Kita harus bersama-sama melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi karena sebuah negara dapat dikatakan maju bila perempuan dan anak berada di garis aman (terpenuhi haknya dan bebas dari kekerasan). Selamatkan satu perempuan sama dengan menyelamatkan satu bangsa, selamatkan satu perempuan Indonesia sama dengan selamatkan bangsa Indonesia,” pungkas Menteri Yohana.

 

    HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (93)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…