PRESS RELEASE : Halmahera Barat Menuju Kab. Layak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 07 Mei 2016
  • Dibaca : 1861 Kali

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

     REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Halmahera Barat Menuju Kabupaten Layak Anak

Siaran Pers Nomor: 42/Humas KPP-PA/05/2016

Jailolo, Halmahera Barat (7/5) – Mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku Utara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mendatangi Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Menteri Yohana melakukan pencanangan program One Student Save One Family (OSSOF) di Kampus Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau, Halmahera Barat. Menteri Yohana menilai akses pendidikan yang dapat diakses oleh kaum perempuan dan anak masih sangat rendah. Oleh karena itu dengan adanya program OSSOF ini dapat menjawab permasalahan yang dialami perempuan dan anak.


"OSSOF merupakan program kemitraan antara kampus/dunia akademis dengan masyarakat. Dengan program ini diharapkan mahasiswa dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada di dalam keluarga, sehingga program ini bisa menditeksi sekaligus mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga 1 mahasiswa dapat menyelamatkan 1 keluarga dari terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Menteri Yohana di Kampus STPK Banau,

Halmahera Barat, Jumat (6/5).

              Usai mencanangkan program OSSOF di kampus tersebut, Menteri Yohana melanjutkan kunjungan ke Desa Balisoan. Meski hujan deras mengguyur desa tersebut, namun tak menyurutkan semangat anak-anak Desa Balisoan untuk menyambut kedatangan Menteri Yohana. Dalam kesempatan tersebut, didampingi Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, Menteri Yohana melakukan Pencanangan Halmahera Barat Menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). "Ini merupakan pencanangan KLA pertama di Provinsi Maluku Utara. Anak-anak merupakan aset Halmahera Barat sehingga harus dijaga dan dilindungi. Saya menitipkan anak-anak ini kepada Bapak Bupati. Secara bertahap kita harus bangun semua sarana dan prasarana yang ramah anak. Saya berharap dengan dicanangkannya Kab. Halmahera Barat menuju KLA dapat membantu menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Menteri Yohana di hadapan sekitar seribu anak-anak dan perempuan Halmahera Barat.

                Menteri Yohana pun sempat melakukan dialog langsung dengan anak-anak. Dialog berlangsung santai dan penuh gelak tawa. Namun, saat seorang anak menyampaikan perasaan sedihnya akibat ditinggal meninggal dunia ayahnya dan khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikannya, Menteri Yohana menitikkan air mata dan berjanji akan memberikan beasiswa kepada anak tersebut. Kegiatan diakhiri dengan menyaksikan prosesi nikah massal gratis bagi 820 orang dan pemberian akta kelahiran gratis bagi anak-anak se-Kab Halmahera Barat.

             Sementara itu, hari ini Sabtu (7/5) Menteri Yohana mengunjungi masyarakat adat Papua di Desa Gueria, Kec. Jailolo, Kab. Halmahera Barat. Menteri Yohana berharap pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada perempuan dan anak, seperti menyediakan sarana dan prasarana industri rumahan bagi perempuan dan rumah pintar untuk anak-anak.

              Kegiatan Menteri Yohana ditutup dengan menghadiri Festival Teluk Jailolo 2016 dengan tema "Pesona Budaya Kepulauan Rempah" di Pelabuhan Jailolo, Kab. Halmahera Barat. Menteri Yohana mengatakan peran perempuan dan anak dalam sektor pariwisata sangat besar karena dapat mendukung pengentasan kemiskinan masyarakat.

 

DAN PERLINDUNGAN ANAKHUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Telp.& Fax (021) 3456239,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (3)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (73)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (50)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (71)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (437)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…