PRESS RELEASE : MASYARAKAT JUGA MAMPU PERSEMPIT RUANG GERAK PELAKU KEKERASAN

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 31 Mei 2016
  • Dibaca : 2025 Kali

 

 

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

             

 PRESS RELEASE

MASYARAKAT JUGA MAMPU PERSEMPIT RUANG GERAK PELAKU KEKERASAN

Siaran Pers Nomor: 50/Humas KPP-PA/05/2016

 

    Yogyakarta (31/5) -  Masyarakat harus bersatu mempersempit ruang gerak pelaku kekerasan seksual yang mengincar anak-anak, baik anak perempuan maupun anak laki-laki. Jangan sampai pelaku bebas berkeliaran. Jumlah masyarakat yang lebih banyak dari pelaku tentu memiliki kekuatan yang lebih besar untuk bisa mengawasi pelaku.  “Jangan sampai pelaku bebas, masyarakat harus bersatu mengurangi ruang gerak pelaku. Pelaku bisa bebas karena selama ini masyarakat tidak peduli. Pelaku paling hanya ada 20 persen, kenapa yang 80 persen masyarakat tidak saling mengawasi. Kalau kita awasi bersama pasti pelaku akan takut,” ujar Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Agustina Erni disela acara Puspa 2016 -  Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak, Senin (30/5/2016).                     

   Menurut Erni, masyarakat saat ini sudah banyak yang memiliki kepedulian tinggi dan langsung bergerak melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya kekerasan.  Banyak inisiatif sudah dilakukan kalangan bawah karena masyarakat sudah sadar dengan maraknya kasus-kasus kekerasan seksual. Disinilah peran pemerintah dibutuhkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat lebih luas lagi, dengan menjadikan upaya yang sudah dilakukan sebagai proyek percontohan bagi masyarakat di daerah-daerah lain. Contohnya dari Cirebon dimana oleh kader Ibu Neneng Muslimah dia berhasil membuat RW Ramah Anak di Kelurahan Kecapi. Ibu Neneng berhasil mencanangkan wilayahnya bebas dari kekerasan, yang tadinya marak kekerasan dan pelecehan seksual, narkoba dan miras menjadi Kelurahan Nol Kekerasan,” ujar Deputi Erni.

    Salah satu keberhasilan Ibu Neneng adalah menggerakkan anak-anak untuk tidak keluar rumah selepas waktu Maghrib dan waktunya khusus untuk belajar. Dengan sirene yang dibunyikan lantang  dan didengar warga, praktis tidak ada anak-anak yang berkeliaran di luar rumah.  Hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama antarwarga dan perangkat desa. 

  Adapun Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) 2016 yang diselenggarakan pada 30 Mei-1 Juni 2016 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta memiliki tujuan mempromosikan Program Unggulan Three Ends. PUSPA juga bertujuan menggalang dukungan lembaga masyarakat, dunia usaha dan media untuk bahu membahu mempromosikan Program Unggulan Three Ends perempuan dan anak Indonesia. Di ajang Puspa, 400 peserta juga akan mendapatkan wahana berbagi pengalaman dan gagasan inovatif dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.                                                     

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

 DAN PERLINDUNGAN ANAK                 

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (6)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (74)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (50)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (72)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (438)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…