PRESS RELEASE : Peran Serta Elemen Masyarakat Turunkan Kasus Kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 31 Mei 2016
  • Dibaca : 1816 Kali

 

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Peran Serta Elemen Masyarakat Turunkan Kasus Kekerasan

Siaran Pers Nomor:  51/Humas KPP-PA/5/2016

                       

     Yogyakarta (31/5) – Peserta Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak, PUSPA 2016 yang digelar selama 3 hari (30Mei – 1 Juni) di Hotel Ambarukmo diharapkan akan banyak mendapat manfaat positif. Peserta diajak berdialog langsung  dengan para inspirator praktis cerdas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Makin banyak masyarakat yang tahu tentang praktik cerdas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, maka diharapkan tindakan kekerasan juga akan makin berkurang di masyarakat. Demikian dikatakan Sekretaris Menteri, Wahyu Hartomo pada hari kedua pelaksanan PUSPA 2016, Selasa (31/5/2016).

    Menurut Wahyu, para peserta PUSPA 2016 yang terdiri dari lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi profesi, akademisi/lembaga riset, dunia usaha dan unsur media merupakan mitra potensial untuk bisa bersama-sama mempromosikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta sekaligus upaya menghilangkan tindakan kekerasan.

     Kurang lebih 400 peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok bebas memilih satu lokasi kunjungan diantaranya LSM Rifka Annisa, Rekso Dyah Utami, Yayasan Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA), Desa Wukirsari, Pusat Studi Wanita UGM, Desa Prima, Desa Sukunan, RS Panti Rapih, Komunitas Sedekah Ilmu dan Jogya Digital Valley.

     Ni Made Sekardi, inspirator Sedekah Ilmu yang mendapat kunjungan peserta PUSPA 2016 mengatakan, di lembaganya siapapun bisa menyerap ilmu dan belajar gratis dari Sedekah Ilmu Sedekah Ilmu yang berlokasi di jalan Wirosaban No 160, Yogyakarta ini memiliki banyak program kelas pelatihan diantaranya internet marketing, facebook marketing, manajemen bisnis, pembukuan keuangan, public speaking dan lainnya. “Siapapun bisa belajar dan memberikan ilmunya di sini, syaratnya dengan keikhlasan,” ujar Sekar.

     Sementara Rekso Dyah Utami yang juga mendapat kunjungan peserta PUSPA 2016 merupakan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak. Di lembaganya, pihaknya menerima perempuan dan anak korban kekerasan dengan pemberian pelayanan pengaduan, rehabilitasi kesehatan, rehabilitasi sosial, bantuan hukum, pemulangan dan reintegrasi sosial. Info lebih lanjut tentang 10 inspirator pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bisa hubungi Humas KPPPA.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN                

DAN PERLINDUNGAN ANAK                 

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 27 Januari 2020

Pembentukan UPTD PPA Merupakan Urusan Wajib Pemerintah Daerah (53)

“Urusan perlindungan perempuan dan anak merupakan urusan wajib, karena menyangkut 90,87 juta perempuan dan sekitar 80 juta anak dengan jumlah…
Pengumuman, Jumat, 24 Januari 2020

PENGUMUMAN Nomor : P.08 Tahun 2020 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PESERTA KATEGORI P1/TL PADA PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (1036)

PENGUMUMAN Nomor : P.08 Tahun 2020 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PESERTA KATEGORI P1/TL PADA PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI…
Siaran Pers, Kamis, 23 Januari 2020

Menteri Bintang Minta Anak-Anak di Kawasan Wisata Terlindungi dari Bahaya Eksploitasi Anak (87)

Hasil assessment Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan ECPAT Indonesia di 7 (tujuh) destinasi wisata pada 2017,…
Siaran Pers, Kamis, 23 Januari 2020

Apresiasi Mendagri Wajibkan Daerah Memiliki UPTD, Menteri PPPA Minta Dinas Bekerja Cepat Bentuk UPTD (168)

teri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyampaikan apresiasi himbauan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri
Buku, Rabu, 22 Januari 2020

Mengenal Ganguan Psikososial Pada Anak (74)

Mengenal Ganguan Psikososial Pada Anak