Menteri PPPA Pastikan Korban Penelantaran Panti Asuhan Mendapatkan Perlindungan

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 02 Februari 2017
  • Dibaca : 2095 Kali
...


 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Menteri PPPA Pastikan Korban Penelantaran Panti Asuhan Mendapatkan Perlindungan

Siaran Pers Nomor: B- 002/Set/Rokum/MP 01/01/2017

Jakarta (31/01) – Diduga Yayasan Tunas Bangsa di Pekanbaru Riau telah melakukan praktek penelantaran terhadap puluhan lansia dan balita. Dugaan ini berawal dari laporan, terkait kematian bayi usia 18 bulan di salah satu panti yang dikelola oleh Yayasan Tunas Bangsa dan dinilai tidak wajar. Kasus ini dilaporkan ke Polresta Pekanbaru pada tanggal 15 Januari lalu.

Berawal dari kasus kematian bayi kemudian berkembang menjadi kasus penelantaran puluhan lansia. Hal ini terungkap ketika tim terpadu yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Riau, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau melakukan inspeksi mendadak ke panti yang dikelola oleh Yayasan Tunas bangsa serta ditemukan banyak kejanggalan.

Yayasan Tunas Bangsa memiliki tiga gedung yang menangani anak-anak, orang jompo dan penderita gangguan jiwa. Namun dalam prakteknya, pengurus memperlakukan semua penghuni panti dengan cara sama. Tim mendapati penghuni di tempatkan di kamar-kamar yang sangat kumuh dan bahkan ada pula yang diasingkan di kamar berteralis besi seperti penjara. Makanan yang diberikan juga dinilai jauh dari layak, mirisnya seorang lansia dan seorang balita pun dibiarkan mengkonsumsi kecoa dan susu basi karena kelaparan.

Dugaan awal para penghuni mengalami kekerasan, yaitu penghuni lansia pernah dipukul dan disiram air panas. Namun, Tim terpadu menemukan kasus lain yaitu  penghuni lansia yang dipaksa untuk mengemis oleh pihak pengelola yayasan.

Menanggapi hal tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Yohana Yembise meminta Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak serta lansia yang berada dalam panti asuhan tersebut segera mendapatkan perlindungan dan hak-haknya terpenuhi secara layak.

“Fokus kami adalah penanganan mental dan jasmani anak-anak dan lansia yang menjadi korban penelantaran panti asuhan Yayasan Tunas Bangsa. Kami pun akan terus mengawal dan mendorong Polres Pekanbaru untuk menuntaskan kasus ini”, tutur Menteri Yohana.

Menteri Yohana menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpatisipasi melindungi perempuan dan anak, serta melaporkan kepada polisi bila terjadi pelanggaran hak terhadap perempuan dan anak.“Kami sangat mengecam seluruh tindakan kekerasan jenis apapun, baik itu fisik maupun verbal terhadap anak dan juga lansia. Inilah saatnya seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan untuk melindungi perempuan dan anak dari perlakuan salah serta penelantaran, sehingga kasus ini tidak terulang di wilayah lainnya”, pungkas Menteri Yohana.

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (41)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (43)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (90)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (82)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Tingkatkan Partisipasi Anak, Kemen PPPA Perkuat Peran Forum Anak (80)

Bali (13/09) – Partisipasi anak, merupakan satu dari 5 hak dasar anak yang terendah dalam hal pemenuhannya