PERAN STRATEGIS PERGURUAN TINGGI (pt) DAN PUSAT STUDI WANITA (psw) DALAM pembangunan pppa

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 03 Maret 2017
  • Dibaca : 1939 Kali
...


 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

 PERAN STRATEGIS PERGURUAN TINGGI (pt) DAN PUSAT STUDI WANITA (psw)

DALAM pembangunan pppa

Siaran Pers Nomor: B- 009/Set/Rokum/MP 01/03/2017

Jakarta (3/3)  – Dalam acara dialog dengan Rektor dan Ketua Pusat Studi Wanita di Jakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menekankan pentingnya ketahanan keluarga yang diukur dengan keberfungsian keluarga dalam memberikan pengasuhan kepada anggota keluarga. Keluarga merupakan lembaga utama dan pertama yang berperan penting menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sehingga keluarga perlu memiliki kekuatan dan ketahanan agar dapat mengatasi segala persoalan yang datang, baik dari dalam maupun dari luar keluarga.

 

Saat ini banyak masalah sosial yang terjadi berawal dari kegagalan atau ketidakberfungsian keluarga sehingga menimbulkan berbagai implikasi sosial, ekonomi, dsb. “Pola asuh yang tepat sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan keluarga, dan hal ini harus melibatkan seluruh unsur masyarakat, tidak terkecuali insan perguruan tinggi,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise.

 

Menteri Yohana menyampaikan keseriusan Kemen PPPA dalam melibatkan institusi perguruan tinggi dengan isu mengenai keluarga, khususnya perempuan dan anak. Diantaranya, Kemen PPPA telah meluncurkan program One Student Save One Family (OSSOF). OSSOF merupakan program untuk mengantisipasi maraknya kekerasan dan tindakan diskriminatif terhadap perempuan dan anak dengan melibatkan mahasiswa. “Program ini dapat menjadi wujud realisasi mahasiswa terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat. Fungsi dan tanggung jawab sosial yang melekat pada mahasiswa dapat memberi penyadaran dan wawasan kepada masyarakat, sesuai dengan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi sehingga dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi keluarga,” jelas Menteri Yohana.

 

Menteri Yohana menekankan pentingnya Perguruan Tinggi (PT) dan Pusat Studi Wanita membawa isu kesetaraan gender dalam ranah akademik. Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh Rektor dan Ketua Pusat Studi Wanita untuk mengambil langkah konkrit dengan merumuskan kebijakan gender dalam pendidikan nasional. Perguruan Tinggi memiliki peran penting untuk meningkatkan kemampuan mahasiswanya di bidang kewirausahaan selain kecerdasan di bidang akademik dan mendorong mikro ekonomi kaum perempuan yang memutuskan dirinya sebagai ibu rumah tangga. Demikian pula Pusat Studi Gender/Anak (PSG/A) dan Pusat Studi Wanita (PSW) juga penting terlibat dalam pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, diantaranya melalui kajian-kajian yang rekomendasinya dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan pembangunan PPPA dan dapat diimplementasikan bermitra dengan lembaga pemerintan dan non pemerintah. “Dalam rangka akselerasi tujuan pembangunan nasional, termasuk di dalamnya pembangunan bidang pendidikan, menuju kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pendidikan yang berwawasan gender menjadi pilihan yang strategis,” tutup Menteri Yohana.

 

 

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 20 Februari 2020

Fungsi Ditambah, DPR RI Dorong Tambahan Anggaran Kemen PPPA (49)

Dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) yang dilaksanakan pada 9 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan untuk menambah fungsi…
Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (121)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (40)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (20)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (18)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017