Press Release: Memberdayakan Remaja Perempuan: Memutus Lingkar Kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 2612 Kali

 

PRESS RELEASE

 

Memberdayakan Remaja Perempuan: Memutus Lingkar Kekerasan

 

Jakarta (10/10) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar memberikan Piala Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada para pemenang Kompetisi Film Plan Indonesia 2014. Kompetisi dengan tema "Memberdayakan Remaja Perempuan: Memutus Lingkar Kekerasan" ini merupakan rangkaian kampanye Because I Am A Girl (BIAAG). Kampanye ini sebagai bentuk upaya pencegahan perkawinan pada usia anak.

Remaja sangatlah rentan terhadap tindak kekerasan. Kekerasan yang dialami remaja perempuan menjadi isu global adalah terjadinya perkawinan pada usia anak. Kemiskinan, budaya/adat istiadat, tingkat pendidikan orang tua rendah dan pergaulan bebas serta pengaruh sosial media ternyata memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membangun kesadaran seksualitas yang salah pada remaja. Dampak perkawinan pada usia anak ini, antara lain terganggunya pendidikan mereka, resiko kematian ibu melahirkan menjadi lebih tinggi dan ketahanan ekonomi di keluarganya yang rendah. "Berdasarkan penelitian UNICEF, perempuan yang melahirkan pada usia 10-14 tahun beresiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun saat persalinan dibandingkan dengan kelompok usia 20-24 tahun dan resiko ini meningkat dua kali lipat pada usia 15-19 tahun.", jelas Linda Gumelar saat menjelaskan dampak dari perkawinan pada usia anak di Malam Apresiasi Kompetisi Film Plan Indonesia 2014.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mencegah perkawinan dini melalui beberapa strategi yaitu pendidikan, peningkatan ketahanan ekonomi keluarga dan memberdayakan remaja perempuan.

Di bidang pendidikan, pemerintah mendorong diberlakukannya usia wajib sekolah 12 tahun, membangun sarana dan prasarana pendidikan di daerah-daerah pedesaan dan terpencil dan memberikan akses pelatihan-pelatihan praktis bagi remaja. Sementara pada peningkatan ketahanan ekonomi keluarga, dapat dilakukan melalui peningkatan usaha ekonomi mikro keluarga, mempermudah akses kredit tanpa agunan bagi keluarga tidak mampu, menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan dan daerah terpencil melalui ekonomi/produksi rumahan serta memberikan dukungan positif bagi remaja dan keluarga yang mempunyai remaja untuk produktif.

Terakhir, memberdayakan remaja perempauan melalui pelatihan untuk mendapatkan keterampilan tertentu dan penguasaan keterampilan hidup (life skill) serta mendorong remaja berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan forum anak di daerahnya.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Pengumuman, Jumat, 24 Januari 2020

PENGUMUMAN Nomor : P.08 Tahun 2020 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PESERTA KATEGORI P1/TL PADA PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (747)

PENGUMUMAN Nomor : P.08 Tahun 2020 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PESERTA KATEGORI P1/TL PADA PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI…
Siaran Pers, Kamis, 23 Januari 2020

Menteri Bintang Minta Anak-Anak di Kawasan Wisata Terlindungi dari Bahaya Eksploitasi Anak (67)

Hasil assessment Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan ECPAT Indonesia di 7 (tujuh) destinasi wisata pada 2017,…
Siaran Pers, Kamis, 23 Januari 2020

Apresiasi Mendagri Wajibkan Daerah Memiliki UPTD, Menteri PPPA Minta Dinas Bekerja Cepat Bentuk UPTD (120)

teri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyampaikan apresiasi himbauan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri
Buku, Rabu, 22 Januari 2020

Mengenal Ganguan Psikososial Pada Anak (50)

Mengenal Ganguan Psikososial Pada Anak
Brosur/Leafet/Boklet, Rabu, 22 Januari 2020

Internet Aman Untuk ANak (41)

Internet Aman Untuk ANak