Press Release: Ketahanan Keluarga Perangi Jeratan Narkotika

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1564 Kali

 

Mengingat betapa strategisnya peran keluarga dalam pencegahan bahaya narkotika, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga agar terhindar dari jeratan narkotika. Bertempat di Ruang Kartini, Kantor KPP-PA, (8/7), FGD yang diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional 2014 ini mengangkat tema “Bahaya Narkotika dan Dampaknya Bagi Ketahanan Keluarga” dan dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai organisasi mitra KPP-PA.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba masih relatif rendah, terutama di kalangan anak-anak dan  remaja. Hal ini dilengkapi dengan data yang dihimpun dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Data dari Lapas untuk orang dewasa maupun anak-anak, menunjukkan bahwa lebih dari 50% penghuni Lapas masuk karena kasus penggunaan narkotika.

Dalam konteks itulah, penguatan ketahanan keluarga merupakan salah satu langkah yang dianggap strategis, penting dan mendesak dalam membangun dan mensejahterakan keluarga, khususnya untuk melindungi anak-anak dari bahaya narkotika.

“Anak adalah bagian dari masa kini dan pemilik masa depan, untuk itu anak-anak perlu kita lindungi dari segala macam bentuk kekerasan dan juga bahaya narkotika”, tutur Deputi Bidang Perlindungan Anak KPP-PA, Wahyu Hartomo.

“Anak merupakan individu yang belum matang secara fisik, mental maupun sosial, serta rentan dan masih tergantung pada orang dewasa. Untuk itu, keluarga adalah lingkungan terdekat anak yang dapat membimbing anak untuk terhindar dari bahaya narkoba dan kekerasan. Melalui keluarga pula lah, pembentukan karakter anak dibentuk sejak dini”, tambahnya.

Pranata keluarga merupakan pranata yang  sangat strategis untuk mendorong perubahan mendasar dalam proses tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara fisik dan psikososial, dengan mengembangkan mindset yang positif tentang membangun dan memperkuat ketahanan keluarga, untuk mencegah kekerasan, pornografi maupun bahaya narkotika.

“Keluarga memiliki 5 fungsi, yakni fungsi biologis, ekonomi, pendidikan, sosial dan komunikasi. Kelima fungsi ini yang menjadi fondasi utama tumbuh kembang sang anak. Dari lima fungsi ini harus terbentuk komunikasi dua arah antara orang tua dan anak hingga membentuk komunikasi yang efektif. Komunikasi efektif inilah yang menjadi strategi utama keluarga dalam mencegah bahaya narkoba”, ungkap Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami. [ans]

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas.kpppa@gmail.com

 

 

Foto Terkait:

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (57)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (73)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (43)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (69)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (254)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…