Press Release: Menteri PP & PA Resmikan Ungaran Menuju Kabupaten Layak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1769 Kali

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia

 

 

PRESS RELEASE

MENTERI PP & PA RESMIKAN UNGARAN MENUJU KABUPATEN LAYAK ANAK

 

Bertempat di Kantor Bupati – Semarang, Kamis (13/09), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP & PA) yang kala itu didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo beserta Bupati Semarang, Mundjirin, meresmikan Pencanangan Semarang Menuju Kabupaten Layak Anak. Pencanangan ini selaras dengan tugas dan fungsi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) dalam pemenuhan hak dan juga peningkatan kualitas hidup anak Indonesia.

“Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari komunitas internasional telah menetapkan kebijakan pembangunan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) , dan Pencanangan Semarang Menuju Kabupaten Layak Anak hari ini merupakan respon yang positif dan strategis bukan saja untuk mendukung terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) tetapi juga untuk memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Semarang dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terlindungi dan aktif berpartisipasi”, ungkap Menteri PP & PA.

Beliau menekankan bahwa kelayakan tersebut ditandai dengan adanya kelayakan dan kecukupan infrastruktur, sarana dan prasarana bermain bagi anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain itu, orang dewasa dan orang tua serta keluarga pun harus mengembangkan sikap, perilaku, kebiasaan dan gaya hidup yang lebih ramah terhadap anak. “Ramah terhadap anak ditandai dengan kebiasaan peduli terhadap lingkungan sekitar, membiasakan diri untuk bertegur sapa sesama warga khususnya anak-anak, hanya menggunakan kata-kata dan ungkapan yang baik untuk anak-anak kita, gemar memberi pujian bila anak berbuat baik dan benar, melatih diri untuk dapat mengucapkan terima kasih secara spontan dan ikhlas kepada anak dan bila perlu meminta maaf pada anak-anak, secara proporsional, apabila orang dewasa melakukan kekeliruan”.

Pada kesempatan ini pula Menteri PP & PA mengingatkan bahwa untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal diperlukan adanya partisipasi anak dalam pembangunan. Partisipasi ini direfleksikan dalam kesediaan orang tua ataupun orang dewasa lainnya untuk mendengar suara, pendapat dan aspirasi anak-anaknya terutama di lingkungan keluarga maupun pengambilan keputusan dalam lingkungan sosial. “Saya sangat berharap Anak-anak Semarang dan juga Anak Indonesia lainnya dapat menjadi pendidik sebaya atau peer educators. Potensi ini cukup besar karena proporsi anak merupakan 30 persen dari total penduduk. Selain itu, pada masa reamaja, anak-anak cenderung lebih percaya pada teman sebayanya dari pada orang dewasa. Hal ini merupakan potensi yang besar bila pesan-pesan yang disampaikan oleh anak-anak tersebut adalah pesan pembangunan, misalnya anti narkoba, kebasaan hidup tanpa rokok, gaya hidup sehat, dan lain sebagainya.”

Menteri PP & PA menyadari betul bahwa dengan adanya dukungan dari seluruh pihak, maka pengembangan KLA akan menjadi lebih efektif dan efisien. “Saya ingin mengajak semua pihak untuk dapat memahami tentang arti penting dan arti strategis pengembangan KLA. Untuk ini, saya mengingatkan bahwa kita perlu menggalang semangat kebersamaan dan keterpaduan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, masyarakat, dunia usaha dan komunitas pendidikan untuk mempercepat  tercapainya tujuan KLA. Saya yakin untuk kepentingan terbaik bagi anak, kita mampu memadukan upaya kita bersama untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi anak-anak Indonesia agar menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria, bertaqwa dan terlindungi dari segala bentuk perlakuan salah, tindak kekerasan dan eksploitasi, serta cinta tanah air.”

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas_kpp@yahoo.co.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (28)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (34)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (450)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (114)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (96)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019