PERAN PEREMPUAN UNTUK KELESTARIAN SUMBER DAYA AIR

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 09 September 2017
  • Dibaca : 2424 Kali
...

 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

PERAN PEREMPUAN UNTUK KELESTARIAN SUMBER DAYA AIR

 

Siaran Pers Nomor: B- 95/Set/Rokum/MP 01/09/2017

 

Jayapura (9/9) – Sehubungan dengan peningkatan kapasitas sumber daya dukung lingkungan di tanah Papua, dalam waktu dekat KemenPPPA bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) akan meresmikan Gerakan Srikandi Sungai di Sorong Selatan, yang sebelumnya telah menginisiasi gerakan Srikandi Sungai di Jogyakarta, Jombang, dan Klaten. “Gerakan ini merupakan salah satu contoh nyata inisiatif warga untuk mendorong partisipasi aktif perempuan dalam restorasi daerah aliran sungai dan pemberdayaan masyarakat sekitar sungai untuk meningkatkan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan, kualitas hidup penduduknya, dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan” tutur Menteri Yohana pada saat menjadi keynote speech dalam acara pertemuan ilmiah yang diprakarsai oleh Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Papua di Universitas Cendrawasih, Jayapura, sabtu (9/9).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara aktif mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai kebijakan perubahan iklim, yang tertera didalam TPB 13 tentang perubahan Iklim. Hal ini ditandai dengan kerja sama antara KemenPPPA dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengintegrasikan isu gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam prioritas nasional yang terkait dengan konservasi sumberdaya alam, lingkungan, kehutanan, dan perubahan iklim. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan bagian dari 6 elemen essensial yang terdiri dari planet, people, dignity, prosperity, justice, dan partnership yang saling berhubungan dan mampu mempengaruhi peningkatan kesetaraan gender guna tercapainya seluruh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kesejahteraan ekonomi yang bermartabat dan berkeadilan juga merupakan bagian dari TPB yang menjadi prioritas nasional Indonesia untuk diwujudkan, salah satu upayanya dengan mengarusutamakan gender ke dalam 15 dari 17 TPB.

“Salah satu kapasitas ketahanan dan adaptasi perubahan iklim yang harus ada adalah akses pada daya dukung lingkungan yang baik oleh penduduk baik laki-laki maupun perempuan, termasuk akses pada pengelolaan sumber daya air” ujar menteri Yohana.

Restorasi sungai oleh masyarakat sekitar sungai sangat penting, karena Sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak aman, berkontribusi terhadap 88 persen kematian anak akibat diare di seluruh dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi diare klinis adalah 9,0%, namun yang memprihatinkan, prevalensi diare di Papua Barat dan Papua jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Angka diare pada anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan sumur terbuka untuk air minum tercatat 34 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan air ledeng. Selain itu, angka diare lebih tinggi sebesar 66 persen pada anak-anak dari keluarga yang melakukan buang air besar di sungai atau selokan dibandingkan mereka pada rumah tangga dengan fasilitas toilet pribadi dan septik tank.  

Selain sanitasi dan perilaku kebersihan, kemiskinan juga menjadi salah satu faktor penting dilakukannya restorasi sungai oleh masyarakat sekitar, karena perempuan menjadi kelompok yang paling dominan untuk menanggung dampak terhadap akses air bersih dan sanitasi. “Dengan memperbaiki akses terhadap air bersih dan terjangkau, dapat mendukung berbagai upaya untuk mempromosikan kesetaraan gender, dan dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pelibatan perempuan dalam kegiatan produktif ekonomi dan pemberian akses air bersih untuk mengurangi beban pekerjaan perempuan.” Terang Menteri Yohana.

Menteri Yohana Berharap HATHI memiliki posisi strategis untuk mempercepat pengarusutamaan gender di sektor pengelolaan lingkungan, khususnya sumberdaya air dan dapat menjadi agen perubahan untuk memfasilitasi dan memperkenalkan analisis lensa gender dalam proses diskusi, pertukaran gagasan dan pandangan mengenai isu-isu strategis yang terkait dengan pengelolaan air antara lain DAS, air bersih dan sanitasi, serta dapat menjadi mitra KemenPPPA di lapangan.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (57)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (73)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (43)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (69)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (254)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…