METAMORFOSA KREASI ANAK BURUH MIGRAN

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 27 September 2017
  • Dibaca : 3314 Kali

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

METAMORFOSA KREASI ANAK BURUH MIGRAN

Siaran Pers Nomor: B- 106/Set/Rokum/MP 01/09/2017

Jember (23/9) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menghadiri acara Puncak Festival Egrang ke-8 yang dilaksanakan pada tanggal 23 September 2017 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur.

Menurut Menteri Yohana, Festival Egrang adalah cara anak-anak Ledokombo menghadapi tantangan atas fenomena buruh migran yang terjadi di tempat tinggal mereka , terlebih Ledokombo dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak mengirim buruh migran.

"Anak buruh migran ini menghadapi 3 tantangan dalam tumbuh kembangnya. Pertama, ketidaksiapan keluarga untuk melakukan pengasuhan ketika salah satu atau kedua orang tua meninggalkan rumah dalam waktu yang lama. Kedua, pengasuhan yang kurang baik membawa akibat pada terhambatnya tumbuh kembang anak. KetIga, daya dukung dan perhatian komunitas untuk kepentingan anak menjadi tergerus,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise.

Menteri Yohana menambahkan, untuk menghadapi tantangan tersebut, anak-anak di Ledokombo merespon dengan cara menghidupkan permainan tradisional Egrang. Anak-anak Ledokombo kemudian membentuk kelompok dengan nama Tanoker yang dalam bahasa Madura artinya kepompong, tapi juga bermakna wadah bagi anak-anak untuk bertransformasi. Dalam praktiknya, melalui Tanoker anak-anak mengasah kemampuannya untuk berserikat dan berpendapat. Mereka mengembangkan gagasan dan kemampuan berpendapat, mengasah kemampuan teknis, dan belajar berorganisasi.

Menteri Yohana memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen pemerintah daerah Kota Jember atas keberadaan Tanoker yang diinisiasi oleh anak-anak Ledokombo dan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap mereka. Awalnya, sebagai anak buruh migran, mereka dipandang sebelah mata. Namun, ketika keterampilan bermain Egrang mulai diapresiasi oleh pihak lain, seperti diundang dalam festival permainan anak-anak di wilayah lain, dan ditayangkan media televisi, ada perubahan pandangan terhadap anak-anak buruh migran di kampung. Ini berdampak positif terhadap keluarga yang akhirnya kembali memberikan perhatian pada anak-anak tersebut. Komunikasi antara anak-anak dan orang dewasa  terjalin kembali.Selain itu, muncul relawan-relawan yang memiliki perhatian pada anak-anak buruh migran, dan menginisiasi adanya sekolah buk-ibu (Sekolah Perempuan) dan sekolah pak-bapak, untuk mulai membicarakan kembali pengasuhan yang layak bagi anak. Terutama jika salah satu dari orang tua memilih menjadi buruh migran dan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang.

“Diharapkan keberadaan Festival Egrang yang sudah menjadi salah satu ikon festival di Jember, dapat mendorong lahirnya desa wisata belajar. Berbeda dengan wisata yang lain,sebab jenis wisata yang dikembangkan di Ledokombo adalah untuk belajar. Keberadaan desa wisata belajar mendorong warga untuk menekuni kegiatan kreatif dengan membuat kerajinan tangan, produk kuliner dan mengelola homestay,”tutup Menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

 

Publikasi Lainya

Dokumen Perencanaan, Selasa, 25 Februari 2020

Indikator Kinerja Utama Sekretarian Kementerian PPPA Tahun 2020 (13)

Indikator Kinerja Utama Sekretarian Kementerian PPPA Tahun 2020
Dokumen Kinerja, Selasa, 25 Februari 2020

Laporan Kinerja Sekretariat Kementerian PPPA Tahun 2019 (10)

Laporan Kinerja Sekretariat Kementerian PPPA Tahun 2019
Dokumen Perencanaan, Selasa, 25 Februari 2020

Rencana Strategis Sekretariat Kementerian PPPA 2015-2019 (Revisi) (9)

Rencana Strategis Sekretariat Kementerian PPPA 2015-2019 (Revisi)
Dokumen Perencanaan, Selasa, 25 Februari 2020

Perjanjian Kinerja Sekretariat Kemen PPPA 2020 (12)

Perjanjian Kinerja Sekretariat Kemen PPPA 2020
Siaran Pers, Senin, 24 Februari 2020

Peran Serta Dunia Usaha, Dorong Hak Anak Terpenuhi (83)

Kemen PPPA meresmikan Gerai Starbucks Community Store pertama di Indonesia di Pasar Tanah Abang,