MENTERI YOHANA AJAK MASYARAKAT BANJARMASIN HARGAI KONTRIBUSI PEREMPUAN

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 26 September 2017
  • Dibaca : 1348 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

MENTERI YOHANA AJAK MASYARAKAT BANJARMASIN HARGAI KONTRIBUSI PEREMPUAN

    Siaran Pers Nomor: B- 107/Set/Rokum/MP 01/09/2017

 

Banjarmasin (26/9) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengajak masyarakat Banjarmasin menghargai kaum perempuan yang telah menjadi agen perubahan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat. Hal tersebut dikatakan Menteri Yohana saat menjadi pembicara utama pada acara Pertemuan Raya I Perempuan dan Cerdas Cermat Al Kitab Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Banjarmasin, Prov. Kalimantan Selatan.

“Saya seringkali mengatakan kepada kaum laki-laki bahwa perempuan merupakan pilar penting dan agen perubahan bagi suatu bangsa. Kontribusi perempuan, baik terhadap masyarakat maupun keluarga harus dihargai. Saya ingat kutipan dari John F. Kennedy, jika kita menyelamatkan satu perempuan, maka dunia akan selamat. Menurut saya hal tersebut benar karena perempuanlah yang melahirkan anak-anak generasi penerus bangsa. Beberapa Kepala Negara telah membuat investasi besar-besaran bagi perempuan dan anak, karena mereka telah mempunyai pandangan ke depan tentang masa depan negara mereka. Hal ini dibuktikan dengan anggaran negara mereka yang cukup besar bagi perempuan dan anak. Sementara di Indonesia, anggaran bagi perempuan dan anak masih minim," ujar Menteri Yohana saat memberikan sambutan di Aula Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Ketua Majelis Sinode GKE, Wardinas S. Lidim mengatakan bahwa perempuan di Banjarmasin cukup berperan dalam ranah pengambilan keputusan. Wardinas juga berharap bahwa acara yang dihadiri oleh Menteri Yohana ini dapat menambah wawasan dan keterampilan bagi kaum perempuan GKE karena seorang perempuan memiliki tugas yang berat, apalagi jika kaum perempuan tersebut memiliki peran ganda. Di satu sisi kaum perempuan bekerja untuk membantu suami untuk mencari nafkah,namun di satu sisi ia harus bertanggung jawab dalam urusan rumah tangga.

Salah satu Pengurus GKE Banjarmasin, Atiani juga membenarkan bahwa menjadi seorang perempuan harus bisa berkotribusi dan membaur dengan masyarakat. Selama ini, kaum perempuan GKE telah melaksanakan beberapa kegiatan sosial dengan mengandalkan kemandirian mereka. "Para anggota perempuan GKE telah berbaur dengan masyarakat melalui beberapa kegiatan sosial dan program Pemerintah. Walaupun terkadang kami terhambat oleh masalah pendanaan, namun kami tetap berusaha untuk terus bergerak dengan mengandalkan kemandirian kaum perempuan. Saya harap, Kementerian PPPA dapat melihat usaha kami. Walaupun kami berada di daerah, namun kami bisa maju seperti perempuan-perempuan di kota besar," ujar Atiani.

Menteri Yohana juga mengajak kaum perempuan agar bangkit untuk berkontribusi bagi masyarakat karena mayoritas penduduk perempuan di Indonesia merupakan aset penting bagi pembangunan bangsa. "Kaum perempuan harus bangkit dan berpartisipasi dalam aspek pembangunan. Minimnya keterlibatan perempuan dalam ranah legislatif dan Pemimpin Daerah membuat saya berharap agar Pemerintah dapat memberikan peluang yang lebih besar kepada perempuan. Kaum perempuan juga dapat berkontribusi melalui program-program atau ide yang bermanfaat sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing. Kementerian PPPA selalu bersedia mendampingi dan membangun relasi dengan perempuan di suatu organisasi," tutup Menteri Yohana.

           

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (28)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (34)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (449)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (114)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (96)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019