PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK HARUS DIRASAKAN OLEH MASYARAKAT MERAUKE

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 09 November 2017
  • Dibaca : 2024 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK HARUS DIRASAKAN OLEH MASYARAKAT MERAUKE

Siaran Pers Nomor: B- 127/Set/Rokum/MP.01/10/2017

Merauke (27/10) – Pemimpin daerah atau posisi-posisi strategis seharusnya dapat terwakili oleh perempuan Merauke. Indonesia, khususnya tanah Papua harus mengejar kemajuan dalam menangani masalah perempuan dan anak, sebab di negara-negara maju telah memperhatikan 4 pilar tidak lagi hanya perempuan dan anak, tetapi juga disabilitas dan lansia.

”Perempuan-perempuan Merauke harus menjadi bagian dalam pembangunan bangsa, diantaranya dengan menjadi pemimpin daerah dan mengisi posisi-posisi strategis di berbagai bidang. Pesan saya pada Pemerintah Daerah Kab. Merauke, agar perempuan-perempuan asli Papua mendapat perhatian, karena daerah ini adalah daerah otonomi khusus sehingga diharapkan kebijakan-kebijakannya dapat memprioritaskan urusan perempuan. Saya juga menghimbau kepada kaum laki-laki, agar memperhatikan, melindungi dan memberdayakan serta memberikan peluang kepada perempuan,” tegas Menteri PP&PA, Yohana Yembise, ketika menghadiri Temu Dengar Pendapat tentang Perempuan dan Anak dengan Tokoh Adat Papua, Tokoh Agama dan Lembaga Masyarakat Kab. Merauke. Lima tokoh inspirasi dari beberapa lembaga masyarakat Merauke dihadirkan untuk menceritakan persoalan serta kondisi perempuan dan anak yang masih kurang perhatian. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan sejumlah program penanganan dan pemberdayaan sebagai solusi.

Masih di Kabupaten Merauke, Kemen PPPA juga menggelar kampanye gerakan ‘Bersama Lindungi Anak (BERLIAN)’ dengan tema ‘Saya Anak Indonesia, Saya Gembira’, dan Temu Dengar Pendapat tentang Perempuan dan Anak dengan Tokoh Adat Papua, Tokoh Agama dan Lembaga Masyarakat, yang dihadiri oleh Menteri PPPA, Yohana Yembise.

“Setiap anak perlu diperhatikan, dan suaranya didengarkan. Setiap anak di Kab. Merauke juga harus dipenuhi hak-haknya seperti pendidikan dan kesehatan, agar bisa menjadi pemimpin dan penerus-penerus bangsa yang hebat di kemudian hari. Pemerintah Daerah Kab. Merauke harus terus memikirkan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah anak, seperti anak-anak korban penyalahgunaan lem dan penelantaran. Selamatkan satu anak, maka kita selamatkan Kabupaten Merauke,” pesan Menteri Yohana saat kampanye  gerakan BERLIAN.

Di hadapan ratusan anak-anak Merauke, orang tua dan tenaga pendidik yang hadir, Bupati Kab. Merauke, Frederikus Gepze juga menyampaikan pentingnya melindungi, mengedepankan pendidikan dan pemenuhan hak anak agar mereka gembira. Meski diakui pula oleh Frederikus, bahwa pekerjaan melindungi anak adalah tanggung jawab semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi dan lembaga masyarakat, orangtua, serta seluruh masyarakat, sehingga dibutuhkan sinergi berkelanjutan.

“Terkait melindungi anak, kami menyadari bahwa saat ini tantangan berat dalam melindungi anak adalah perkembangan zaman dan teknologi sehingga mereka rentan menjadi korban eksploitasi. Kami akan memberi perhatian dan kebijakan lebih untuk urusan anak sesuai dengan UU Perlindungan Anak dan berencana lakukan evaluasi tiap 3 bulan,” ujar Frederikus Gepze.

Merauke sebagai salah satu Kabupaten terjauh di Indonesia tidak lepas dari perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk disosialisasikan program dan kebijakan mengenai perempuan dan Anak. Tujuannya, meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat jika perempuan dan anak berharga dan merupakan aset bangsa. Urusan perempuan dan anak perlu menjadi prioritas seluruh daerah di Indonesia tanpa terkecuali. Dengan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk peduli, maka segala bentuk diskriminasi dan kekerasan pada perempuan dan anak dapat dihapuskan.

 

                             PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                              Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                            e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (277)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (83)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (82)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (89)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (77)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…