NEGARA HADIR CEGAH PERDAGANGAN ORANG HINGGA DAERAH TERPENCIL

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 26 November 2017
  • Dibaca : 1166 Kali
...

KEMENTERIANPEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA
 
PRESS RELEASE

NEGARA HADIR CEGAH PERDAGANGAN ORANG HINGGA DAERAH TERPENCIL

   Siaran Pers Nomor: B- 147/Set/Rokum/MP.01/11/2017

 

Tindak pidana perdagangan orang, seringnya memiliki sistem terstruktur hingga menjadikan para pelakunya sulit untuk diungkap dan diadili. Seringnya, daerah terpencil menjadi target paling rentan dimasuki oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk menjaring korbannya. Melalui program prioritas Three Ends, salah satunya gerakan akhiri perdagangan orang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), secara konsisten terus dilakukan hingga ke desa atau kampung-kampung.

"Para oknum kerap mengiming-imingi calon korbannya, seperti dijanjikan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang banyak padahal dijadikan target perdagangan orang. Perempuan dan anak menjadi korban paling banyak. Tidak hanya itu, mereka juga kerap menjadi korban kekerasan. Dibutuhkan upaya kita bersama untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) khususnya kepada perempuan dan anak," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise.

Kehadiran Menteri Yohana Yembise ke Desa Wae Bangka di Pa'ang Lembor perbatasan Kab. Manggarai Barat dengan Kab. Manggarai, sebagai wujud nyata dari usaha negara hadir hingga ke daerah terpencil untuk menghentikan TPPO. Disana, Menteri Yohana melakukan dialog dengan masyarakat dan mengingatkan agar tidak gampang terkena bujuk rayu pelaku TPPO. Hingga saat ini kata Yohana, kasus TPPO memang masih sulit menjaring pelakunya, karena pergerakan dan keberadaan kelompok mereka yang sulit untuk dideteksi. Ketahanan keluarga perlu ditingkatkan. Untuk itu peran masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi putuskan mata rantai TPPO.

Kunjungan Menteri PPPA pertama kali ke Kampung Pa'ang Lembor disambut secara adat oleh tokoh adat Manggarai, pelajar dan seluruh masyarakat setempat. Dalam kunjungannya Menteri Yohana juga memberikan apresiasi luarbiasa kepada pelajar yang membacakan hak anak di depan Menteri Yohana dengan menggunakan bahasa inggris.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (159)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (64)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (70)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (84)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (72)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…