KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

“Bersama Wujudkan Internet Ramah Anak (Safer Internet Day)” Tahun 2018

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 12 Januari 2018
  • Dibaca : 530 Kali
...

Jakarta (11/1) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan audiensi dengan pihak ECPAT Indonesia untuk membahas terkait rencana pelaksanaan Konferensi Nasional “Bersama Wujudkan Internet Ramah Anak (Safer Internet Day)” Tahun 2018. Konferensi ini merupakan aksi nyata dalam upaya melindungi anak Indonesia dari berbagai bahaya kejahatan seksual anak secara online, yang melibatkan sekaligus memperkuat peran organisasi masyarakat, pemerintah, CSO, dan sektor swasta, public figur dalam mewujudkan internet yang ramah anak. Safer Internet Day bertujuan memperluas informasi terkait internet ramah anak dan membuka akses bagi siapapun untuk masuk mengenal lebih dalam serta ikut mengkampanyekan internet ramah anak. Konferensi Nasional ini akan dilaksanakan di 16 Provinsi di Indonesia, dimuai pada 7-8 Februari 2018 di Sumatera, Jawa dan Bali, dihadiri 200 partisipan yang berasal dari para aktivis PATBM, LSM Perlindungan Anak, Pemerintah, Komunitas anak dan orang muda, guru, orangtua, public figure serta masyarakat umum. Menteri Yohana mengungkapkan bahwa pertemuan ini bersifat strategis untuk membahas langkah antisipatif terhadap berbagai situasi negatif pada anak yang ditimbulkan akibat perkembangan teknologi. Diantaranya membuat sistem perubahan, dengan pengawasan dalam penggunaan internet, berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian /Lembaga lain, serta meningkatkan jumlah ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) agar perhatian anak teralihkan dengan hal positif. Menteri Yohana menegaskan bahwa masyarakat harus bersifat antisipatif dengan mengatur penggunaan gadget dan internet dengan mengarahkan fokus utama anak pada pelajaran di sekolah selebihnya meluangkan waktu dengan keluarga dan teman. Menteri Yohana juga menekankan akan pentingnya melindungi anak dari sifat plagiatrisme, yang membuat anak menjadi sulit untuk berpikir kritis dan menghasilkan suatu teori baru. Menteri Yohana juga mengajak para orangtua untuk meningkatkan minat membaca buku pada anak. Menteri Yohana berharap untuk 10 tahun kedepan, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga dapat membangun kerjasama yang baik dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman kekerasan pada anak, dengan target terwujudnya planet 50 : 50 di tahun 2030, dimana Indonesia menjadi negara yang ramah perempuan dan anak, tidak ada lagi kekerasan dan siap dalam menyambut suatu perubahan dengan positif.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 23 Juli 2018

ANAK INDONESIA, ANAK GENIUS (116)

Pasuruan (23/7) – Bertempat di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, ribuan anak bergembira merayakan Hari Anak Nasional…
Siaran Pers, Senin, 23 Juli 2018

Apresiasi Menteri PPPA Kepada Kepala Daerah dalam Penyelenggaraan Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak Melalui Pembentukan UPTD PPA (298)

Menteri PPPA menyampaikan apresiasi terhadap para kepala daerah yang telah membentuk dan menyelenggarakan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak melalui…
Siaran Pers, Minggu, 22 Juli 2018

FAN BERI RUANG ANAK UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN (77)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini resmi menutup Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2018 yang telah…
Siaran Pers, Sabtu, 21 Juli 2018

BUKA WAWASAN INTERNASIONAL MELALUI  DIPLOMATIC TOUR  (38)

Sorong, Papua Barat (21/7) – Masih dalam rangka kegiatan Diplomatic Tour 2018, para peserta yang terdiri dari Duta Besar dan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 Juli 2018

FAN 2018 TEMUKAN SOLUSI BERBAGAI PERMASALAHAN ANAK INDONESIA (101)

Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2018 yang mempertemukan perwakilan seluruh anak Indonesia di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur hari ini…