KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

JANGAN BIARKAN ANAK ALAMI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 17 Januari 2018
  • Dibaca : 392 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

JANGAN BIARKAN ANAK ALAMI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI

Siaran Pers Nomor: B- 005/Set/Rokum/MP 01/01/2018

Bandung (16/1) – Berdasarkan Data BPS di Tahun 2013 sebanyak 8% anak laki-laki dan 4% anak perempuan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi. Untuk menekan angka tersebut, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Anak dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah daerah, lembaga masyarakat, komunitas peduli perempuan dan anak serta media massa di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dan efisien dalam menekan dan meminimalisir tingginya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, dengan fokus utama pada pengasuhan dan perlindungan khusus anak, sebagai unsur paling penting dari lima hak dasar anak," Ujar Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam Pembukaan acara FGD hari ini.

Pribudiarta menyampaikan, tingginya jumlah angka kekerasan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan disebabkan karena adanya pola pengasuhan anak yang salah, serta mengakarnya perilaku budaya maskulinitas yang melabeli bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis, harus kuat, dapat menyelesaikan masalah sendiri dan identik dengan pendidikan menggunakan kekerasan.

Kementerian PPPA telah menyusun Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2016-2020, yang meliputi solusi dalam hal legislasi dan kebijakan, norma sosial, pengasuhan, serta memberi pendidikan dasar pada anak agar memiliki keterampilan hidup serta meningkatkan ketahanan dirinya.

"Saya menghimbau kepada seluruh pemerintah baik pusat maupun daerah serta seluruh lapisan masyarakat untuk secara sinergi bersama melakukan upaya konkrit dan berkelanjutan sesuai dengan peran masing-masing dalam menurunkan angka kekerasan secara Nasional, khususnya di Jawa Barat," terang Pribudiarta.


PUBLIKASI DAN MEDIA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

E - Book, Rabu, 21 Februari 2018

Panduan PHI ke 89 tahun 2017 (6)

Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia sungguh bermakna. Ekspresinya antara lain…
E - Book, Rabu, 21 Februari 2018

Panduan PHI ke 88 tahun 2016 (4)

Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengingatkan kita semua untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, sebagai…
E - Book, Rabu, 21 Februari 2018

Panduan PHI ke 84 tahun 2012 (4)

Peringatan Hari Ibu ke-84 tahun 2012 dimasudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan makna Hari Ibu…
Berita, Selasa, 20 Februari 2018

Era Baru Pengelolaan Migas Indonesia (18)

Kejayaan industri minyak dan gas (migas) tanah air bukan hanya soal pencapaian puncak produksi migas tertinggi, melainkan juga peningkatan atas…
E - Book, Selasa, 20 Februari 2018

Indeks Komposit Kesejahteraan anak 2018 (17)

Indeks Komposit Kesejahteraan anak 2018