KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

JANGAN BIARKAN ANAK ALAMI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 17 Januari 2018
  • Dibaca : 648 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

JANGAN BIARKAN ANAK ALAMI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI

Siaran Pers Nomor: B- 005/Set/Rokum/MP 01/01/2018

Bandung (16/1) – Berdasarkan Data BPS di Tahun 2013 sebanyak 8% anak laki-laki dan 4% anak perempuan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi. Untuk menekan angka tersebut, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Anak dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah daerah, lembaga masyarakat, komunitas peduli perempuan dan anak serta media massa di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dan efisien dalam menekan dan meminimalisir tingginya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, dengan fokus utama pada pengasuhan dan perlindungan khusus anak, sebagai unsur paling penting dari lima hak dasar anak," Ujar Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam Pembukaan acara FGD hari ini.

Pribudiarta menyampaikan, tingginya jumlah angka kekerasan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan disebabkan karena adanya pola pengasuhan anak yang salah, serta mengakarnya perilaku budaya maskulinitas yang melabeli bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis, harus kuat, dapat menyelesaikan masalah sendiri dan identik dengan pendidikan menggunakan kekerasan.

Kementerian PPPA telah menyusun Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2016-2020, yang meliputi solusi dalam hal legislasi dan kebijakan, norma sosial, pengasuhan, serta memberi pendidikan dasar pada anak agar memiliki keterampilan hidup serta meningkatkan ketahanan dirinya.

"Saya menghimbau kepada seluruh pemerintah baik pusat maupun daerah serta seluruh lapisan masyarakat untuk secara sinergi bersama melakukan upaya konkrit dan berkelanjutan sesuai dengan peran masing-masing dalam menurunkan angka kekerasan secara Nasional, khususnya di Jawa Barat," terang Pribudiarta.


PUBLIKASI DAN MEDIA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 15 Agustus 2018

PERHATIAN BAGI PEREMPUAN DALAM KONFLIK AGRARIA (43)

Jakarta, (15/08) – Ketimpangan penguasaan lahan hutan antara yang dikuasai swasta dengan dikelola rakyat ternyata melahirkan banyak konflik agrarian. Dari…
Siaran Pers, Rabu, 15 Agustus 2018

Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama (48)

Senja 11 Agustus 2018 menjadi saksi sejarah di sebuah wilayah pedalaman Papua, tepatnya Distrik Puldama, Kabupaten Yahukimo.
Siaran Pers, Rabu, 15 Agustus 2018

Realisasi Investasi Triwulan II - 2018 Sebesar 176,3 T, Naik 3,1 % Dibanding Triwulan II - 2017 (49)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode…
Siaran Pers, Minggu, 12 Agustus 2018

MENTERI YOHANA : PECAHKAN REKOR MENYELAM MASSAL, PEREMPUAN INDONESIA HEBAT! (126)

Manado, (11/08) – Sebanyak 928 penyelam perempuan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Wanita Selam Indonesia (WASI) berhasil memecahkan Rekor…
Siaran Pers, Minggu, 12 Agustus 2018

UPAYA PERLINDUNGAN HAK ANAK MELALUI UU SPPA (199)

Jakarta (10/8) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong seluruh aparat penengak hukum untuk menggunakan UU NO.…