KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

MAMA YO AJAK MAHASISWA JADI AGEN HE FOR SHE

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 21 Maret 2018
  • Dibaca : 240 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

MAMA YO AJAK MAHASISWA JADI AGEN HE FOR SHE

    Siaran Pers Nomor: B- 027/Set/Rokum/MP 01/03/2018

 

Bengkulu (21/3) Penghapusan diskriminasi terhadap perempuan merupakan salah satu tujuan dalam Pembangunan Berkelanjutan atau Suistainable Development Goal (SDGs) ke 5 yakni kesetaraan gender. Pembangunan global tidak akan berhasil jika perempuan tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terlibat dan ikut berperan didalamnya. Maka, dukungan dan partisipasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga profesi sangat dibutuhkan bagi peningkatan kualitas perempuan, tidak terkecuali peran kalangan akademisi.

Kalangan akademisi dapat berpotensi besar menjadi sumber daya dalam   membantu Indonesia mewujudkan percepatan pembangunan dan kesetaraan gender. Salah satunya melalui Gerakan HeForShe. Gerakan ini menjadi kampanye global yang merupakan langkah solutif untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan responsive gender, serta dapat pula diterapkan dalam institusi perguruan tinggi. Gerakan HeForShe mengajak laki-laki terlibat sebagai agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak perempuan, serta upaya mengakhiri kekerasan terhadap keduanya.

“Inti dari gerakan HeForShe adalah bagaimana mendorong pelibatan laki-laki dalam upaya-upaya melindungi perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender. Gerakan ini tidak hanya dapat diprakarsai oleh kaum laki-laki, perempuan juga dapat terlibat dalam upaya-upaya menyadarkan dan mengajak laki-laki untuk lebih responsif terhadap perempuan dan anak perempuan serta mengakhiri kekerasan. Untuk itu, saya mengajak seluruh mahasiswa di Bengkulu untuk menjadi agen HeForShe,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat berkunjung ke Universitas Bengkulu, Rabu (21/3).

Kehadiran Menteri Yohana juga sebagai bentuk apresiasi terhadap respon positif Universitas Bengkulu yang telah menerapkan Kuliah kerja Nyata berbasis One Student Save One Family (OSSOF). OSSOF menjadi salah satu gagasan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memperkenalkan realitas sebenarnya dari masyarakat khususnya kehidupan keluarga kepada mahasiswa, serta mengasah kepekaan mereka untuk melihat masalah pada tingkat akar rumput.

“Saya mengharapkan bahwa sejak awal, seorang mahasiswa dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang mereka lihat dan berada di sekitarnya. Dengan demikian, mereka dapat diasah kepekaannya untuk memahami masalah yang dihadapi kaum perempuan dan anak dalam masyarakat yang hendak ditanggulangi dengan berbagai program pembangunan,” jelas Menteri Yohana.

“Ketika para mahasiswa telah mampu meningkatkan kepekaannya terhadap isu perempuan dan anak, saya berharap  mahasiswa dapat mendukung misi Bapak Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Kepala Negara terpilih menjadi HeforShe Champion World Leader. Bersama Bapak Presiden mari kita lindungi kaum perempuan, anak-anak dan kelompok marjinal melalui 3 (tiga) fokus area, yaitu penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan; penurunan Angka Kematian Ibu (AKI); serta peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan,” tambah Menteri Yohana.

 

 

                             PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                            e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 23 April 2018

Capaian Kinerja Kemenkes RI Tahun 2015-2017 (3)

Jumlah kasus kematian Bayi turun dari 33.278 di tahun 2015 menjadi 32.007 pada tahun 2016, dan di tahun 2017 di…
Siaran Pers, Senin, 23 April 2018

Entaskan Kemiskinan Desa, Kementerian Pertanian Canangkan Program Bekerja (20)

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) membuat gerbrakan baru guna mengentaskan kemiskinan di desa: Program Bekerja atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera.…
Siaran Pers, Senin, 23 April 2018

RA KARTINI BERI SEMANGAT PEREMPUAN PAPUA CAPAI KESETARAAN  (72)

Jayapura, Papua (21/04) – “Habis gelap terbitlah terang.” Mendengar kalimat ini, tentu yang terbersit dalam ingatan kita adalah sosok Kartini.…
Berita, Sabtu, 21 April 2018

KARTINI DULU, KINI, DAN NANTI (246)

"Orang mencoba membohongi kami, bahwa tidak kawin itu bukan hanya aib, melainkan dosa besar pula. Telah berulang kali itu dikatakan…
Berita, Jumat, 20 April 2018

Program PTSL Pastikan Penyelesaian Sertifikasi Lahan Akan Sesuai Target (24)

Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia.…