Press Release: Menteri PP dan PA Apresiasi Kerja KJRI Hongkong dalam Melindungi TKI

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1187 Kali

PRESS RELEASE

Menteri PP dan PA Apresiasi Kerja KJRI Hongkong dalam Melindungi TKI

Siaran Pers Nomor : 146/Humas/KemenPPPA/11/2015

 

Hongkong –Bekerja merupakan hak asasi manusia yang telah diamanahkan dalam Undang-Undang Dasar, yang wajib dijunjung tinggi, dihormati, serta dijamin penegakannya. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak, baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan. Kendati begitu, berbagai permasalahan masih dihadapi oleh para Tenaga Kerja Indonesia, utamanya perempuan yang bekerja di sektor informal. Permasalahan tersebut kerapkali dikarenakan persiapan yang tidak matang sebelum berangkat untuk bekerja di luar negeri.

“Perlindungan terhadap hak tenaga kerja perempuan merupakan salah satu tugas dan fungsi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA). Oleh karena itu, kunjungan kerja saya ke Hongkong ini adalah untuk meninjau langsung situasi serta perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya yang perempuan yang bekerja di sini,”ungkap Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Yohana juga  bertemu dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hongkong untuk mendapatkan informasi mengenai sistem perlindungan yang diberlakukan, sembari bertemu dan berinteraksi langsung dengan para TKI di sana.

Mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan Menteri PP dan PA, para TKI pun mencurahkan berbagai persoalan yang mereka alami kepada Menteri Yohana. Berbagai persoalan tersebut berkaitan dengan keluarga, dimana saat mereka diharuskan untuk bekerja keluar negeri dengan persiapan yang tidak baik, lantas keluarga yang ditinggalkan pun tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Kemudian juga terkait ketidaksiapan mereka dalam bekerja karena tidak mendapatkan pelatihan yang cukup dan informasi bekerja yang tidak lengkap. Selebihnya yakni mengenai overstay, yakni mereka yang sudah habis masa kontraknya, namun masih ingin bekerja di Hongkong.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras Konjen RI di Hongkong dalam memberikan pelayanan untuk TKI selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Komitmen tersebut juga di buktikan Konjen RI dengan memberdayakan para TKI melalui berbagai program, yakni pelatihan menjamin keuangan, pelatihan pertanian dan peternakan untuk persiapan melakukan usaha ekonomi setelah kembali, juga pelatihan bahasa kanton sebagai modal penting bagi mereka untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat lokal di Hongkong.,”kata Yohana. Selain itu, Konjen RI juga mempunyai program-program lainnya seperti welcoming program untuk persiapan TKI yang baru pertama kali bekerja di Hongkong, During Stay untuk pendekatan dan konsultasi selama bekerja, dan Exit Program yaitu pembekalan untuk mereka yang akan pulang ke tanah air.

“Ada beberapa masalah yang kami identifikasi selama kunker kali ini, dan ini akan kami koordinasikan dengan K/L terkait untuk mencari solusi yang efektif. Komunikasi dengan Konjen akan dilanjutkan kembali untuk mendapatkan informasi baik tentang situasi TKI dan prospek di tanah air pada waktu kembali,”tegas Yohana di akhir pernyataannya.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (9)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (42)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (44)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (90)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (82)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman