Press Release: KPP dan PA bersama 6 Organisasi Perempuan Gelar Bakti Sosial dalam Rangka PHI Ke-87 Tahun 2015

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1107 Kali

PRESS RELEASE

KPP dan PA bersama 6 Organisasi Perempuan Gelar Bakti Sosial

dalam Rangka PHI Ke-87 Tahun 2015

Siaran Pers Nomor: 145/Humas KPP-PA/11/2015

Jakarta (26/11) – Menjelang Puncak Peringatan Hari (PHI) Ibu ke-87 pada 22 Desember 2015 mendatang yang akan diselenggarakan di Kupang, NTT, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Kowani, OASE, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Tim Penggerak PKK, dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia hari ini melaksanakan bakti sosial berupa donor darah, pemeriksaan mammografi, IVA test, dan seminar terkait kanker payudara di Kodam Jaya Cililitan, Jakarta Timur. Peserta bakti sosial berasal dari anggota 6 organisasi perempuan tersebut.

“Bakti sosial ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan  kepedulian sosial, baik kaum perempuan dan laki-laki  dalam memperingati Hari Ibu. Kami ingin Peringatan Hari Ibu tidak hanya seremonial tetapi dapat memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya untuk kesehatan kaum perempuan,” ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise saat membuka acara bakti sosial menyambut PHI Ke-87 Tahun 2015 di Kodam Jaya Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (26/11).

Menteri Yohana menegaskan hakekat PHI merupakan upaya bangsa Indonesia untuk selalu mengenang, memberikan penghormatan, dan penghargaan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan di masa lalu dalam ikut membela Kemerdekaan RI, dan juga  untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai momentum kebangkitan, penggalangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia.

“Saya mendapat arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara untuk menyelenggarakan Puncak PHI tahun 2015 di Kupang, NTT karena wilayah tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian besar, khususnya kepada kaum perempuan dan anak. Selain itu, kami ingin program-program yang dilakukan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya mampu menyentuh kalangan grassroots (akar rumput),” tegas Menteri Yohana.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini perempuan Indonesia telah banyak berperan dan berkontribusi positif dalam pembangunan dan berbagai sektor kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan  mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Oleh karena itu, perempuan merupakan aset, potensi, dan sumber daya manusia yang harus mendapat perhatian besar karena mereka juga turut menentukan keberhasilan suatu bangsa.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (27)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (34)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (449)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (114)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (96)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019