KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

INDONESIA - IRAN SEPAKAT KETAHANAN KELUARGA KUNCI UTAMA PENCEGAHAN MASALAH PEREMPUAN DAN ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 Mei 2018
  • Dibaca : 259 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

INDONESIA - IRAN SEPAKAT KETAHANAN KELUARGA KUNCI UTAMA PENCEGAHAN MASALAH PEREMPUAN DAN ANAK


Siaran Pers Nomor: B-/Set/Rokum/MP 01/04/2018

Jakarta (1/5) - "Pertemuan kami ini merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman terbaik dalam hal perlindungan keluarga, perempuan dan anak, dimana Indonesia maupun Iran akan saling mempelajari kemajuan masing-masing untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Y.M. Dr. Masoumeh Ebtekar. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Yohana sebelumnya pada 27 April 2017 dalam bidang pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dalam pertemuan bilateral ini, Indonesia dan Iran sepakat bahwa ketahanan keluarga adalah kunci utama pencegahan masalah perempuan dan anak. “Pemerintah Iran merasa keluarga merupakan pondasi terpenting bagi negara. Kami melakukan kajian dan juga intervensi langsung terhadap keluarga-keluarga hingga ke tingkat daerah serta menggandeng ulama untuk membantu pemerintah dalam mengedukasi dan meningkatkan ketahanan keluarga,” ujar Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Y.M. Dr. Masoumeh Ebtekar. Membangun ketahanan keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan mendorong para perempuan untuk duduk sebagai pengambil keputusan dan mengutamakan pendidikan bagi perempuan.

Iran juga mengapresiasi kemajuan Indonesia dalam perlindungan perempuan dan anak dari segi kebijakan dan payung hukum seperti keadilan restoratif bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH) serta revisi Undang-undang perlindungan anak dalam peningkatan hukuman untuk pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Selain itu mereka juga ingin mempelajari tentang Kota Layak Anak (KLA) dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Hal tersebut sejalan dengan program perlindungan perempuan dan keluarga yang pemerintah Iran lakukan, melalui sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga negara untuk bersama melindungi perempuan dan anak. 

Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Y.M. Dr. Masoumeh Ebtekar menceritakan capaian-capaian yang telah dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dan kesenjangan perempuan di negaranya. Diantaranya, setiap sektor harus memiliki anggaran khusus yang responsif gender untuk mengejar kesenjangan dengan laki-laki. Selain itu, pemerintah memasukkan keterampilan hidup (life skills) kedalam kurikulum pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD). Kurikulum tersebut mengajarkan bagaimana anak dapat berkomunikasi dengan baik, literasi media sejak dini seperti penggunaan internet yang tepat khususnya untuk menghindari konten-konten negatif. Selain itu mereka juga membuat sistem keamanan nasional yang memprioritaskan perempuan dan anak dengan hotline 123. Menteri Yohana mengapresiasi dan menyambut baik pertemuan ini dan kedepannya dikatakan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas kerjasama antar kedua negara.

 "Kedepannya akan ada pertemuan kembali sebagai tindak lanjut. Sebelumnya akan kami kaji terlebih dulu, terkait kebijakan apa saja yang menyangkut tentang perlindungan perempuan dan anak yang sudah diterapkan di negara Iran. Semoga ada kerjasama antara Indonesia dan Iran kedepan untuk melindungi perempuan dan anak" Tutup Menteri Yohana


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 22 Mei 2018

Anak Banti Harus Kembali Sekolah (36)

“Anak Banti harus segera kembali bersekolah!” ujar Yohana Yembise
Siaran Pers, Senin, 14 Mei 2018

INDONESIA BEBAS KEKERASAN 2030 (5)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA).
Siaran Pers, Minggu, 13 Mei 2018

ANAK INOVATIF DAN KREATIF, INDONESIA CERIA (8)

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, perlu upaya bersama dalam meningkatkan pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Siaran Pers, Jumat, 11 Mei 2018

Blue Bird Luncurkan Buku “Kartini Blue Bird : The Spirit of Emak-Emak” (9)

Sebagai bagian dari bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan sebagai sosok yang mampu memberikan kontribusi pada kesejahteraan keluarga serta kegiatan…
Siaran Pers, Rabu, 09 Mei 2018

KOMITMEN DUNIA ATASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGUATAN KESETARAAN GENDER (8)

Dalam rangkaian acara Bonn Climate Change Conference sebagai tindak lanjut dari Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC),