KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

UPAYA LEMBAGA KEAGAMAAN PENUHI HAK ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 04 Juli 2018
  • Dibaca : 322 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

UPAYA LEMBAGA KEAGAMAAN PENUHI HAK ANAK

    Siaran Pers Nomor: B- 097/Set/Rokum/MP 01/07/2018

 

KUPANG, NTT (04/7) – Mendidik anak tidak melulu terpaku pada jalur formal. Transfer ilmu pada anak yang dikemas secara menarik juga dapat dilakukan melalui aktifitas keagaaman. Salah satunya seperti acara Jambore V PAR GMIT Tahun 2018 di Jemaat Alfa Omega Labat, Klasis Kota Kupang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise memberi apresiasi kepada 2000 peserta dan Pengurus PAR Sinode GMIT sebagai penyelenggara. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari upaya pemenuhan hak anak atas pemanfaatan waktu luang, kreatifitas dan budaya.

“Anak-anak Indonesia harus diberi kesempatan dan ruang seluas-luasnya untuk berpartisipasi sebagai upaya mengembangkan diri dan menggali potensi yang ada pada dirinya. Menjadi tanggung jawab pemerintah, lembaga dan masyarakat untuk memfasilitasi itu. Adanya kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat Kota Kupang untuk menjadi Kota Layak Anak,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise saat membuka Jambore V PAR GMIT Tahun 2018 (04/7)

Saat ini, menurut Yohana, waktu efektif anak untuk belajar, bermain dan kehidupan sosialnya banyak teralihkan oleh gadget. Hal tersebut dikhawatirkan memicu anak menjadi egois, tidak peka terhadap lingkungan dan terpapar informasi tidak layak.

Oleh sebab itu, Menteri yang akrab disapa Mama-Yo ini pun mengajak anak-anak di Kupang mengembangkan aktifitas lainnya yang dapat memacu kreatifitas. Ia juga mendorong lembaga keagamaan mampu mengusung kegiatan yang berperan dalam membantu anak mengembangkan potensi, berorganisasi dan perilaku positif.    

“Dukung anak untuk berkompetisi secara jujur dan sehat. Semoga dengan adanya pelaksanaan kegiatan Jambore V PAR GMIT Tahun 2018 ini yang secara reguler dilakukan, menjadi peneguhan kembali komitmen bagi peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia demi kepentingan terbaik anak,” tambah Yohana.

Usai membuka acara Jambore, Menteri Yohana kemudian bertemu peserta Kegiatan Camp Wanita Bijak, angkatan III di Jemaat Anugerah, Kota Kupang. Puluhan aktifis perempuan Kota Kupang memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog terkait masalah perempuan dan anak.

 

 

                                   PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                                                                                                                               e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id  

  www.kemenpppa.go.id

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 November 2018

CEGAH ANAK TERPAPAR NARKOBA DAN PORNOGRAFI SEJAK DINI (219)

Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada kondisi darurat peredaran narkoba, pornografi, serta masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Siaran Pers, Sabtu, 17 November 2018

SINERGI PEMANGKU ADAT BUKITTINGGI GUNA LINDUNGI ANAK DARI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI (129)

Dinamika perkembangan teknologi dan gaya hidup/perilaku orang-orang dewasa, menempatkan anak dalam situasi rentan terhadap perilaku yang tidak ramah anak.
Siaran Pers, Sabtu, 17 November 2018

STRATEGI PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DIRUMUSKAN (92)

Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dan ke 2 di ASEAN dengan angka perkawinan anak tertinggi.
Berita, Jumat, 16 November 2018

LINDUNGI ANAK DARI JARINGAN TERORISME DAN PAHAM RADIKALISME (89)

Tindak pidana terorisme merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Dikatakan demikian karena merupakan kejahatan atas pelanggaran kemanusiaan yang dampaknya…
Siaran Pers, Kamis, 15 November 2018

KERJA BERSAMA PERTAHANKAN WTP (70)

Surakarta (15/11) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit…