PEMENUHAN HAK PEREMPUAN DAN ANAK PASCA GEMPA LOMBOK

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 16 Agustus 2018
  • Dibaca : 1828 Kali
...
KEMENTERIAN 
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA 
 
PRESS RELEASE 
 
PEMENUHAN HAK PEREMPUAN DAN ANAK PASCA GEMPA LOMBOK
 
Siaran Pers Nomor: B-140/Set/Rokum/MP 01/08/2018 
 
 
Lombok (16/8) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Asisten Deputi Perlindungan Anak Dalam Situasi Darurat dan Pornografi, melakukan penyerahan bantuan tahap kedua kepada korban gempa bumi Lombok, pada tanggal 12-15 Agustus 2018 kemarin. Adapun pendistribusian bantuan khusus anak ini dilakukan di beberapa wilayah yaitu Lombok Barat (Dusun Karanganyar, Kecamatan Narmada), Lombok Tengah(kecamatan praya), Lombok Timur (Kecamatan Pringgabaya), dan Lombok Utara (Desa Bayan). 
 
 
Daerah pertama yang menjadi lokasi pemberian bantuan adalah Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandhubaya, Kota Mataram. Di daerah ini terdapat 721 jiwa pengungsi termasuk perempuan dan anak. Lokasi kedua adalah Kecamatan Narmada, Lombok Barat yang kemudian dilanjutkan menuju pengungsian di Desa Gerimak Indah, Dusun Karanganyar, Lombok Barat. Lokasi penyerahan bantuan selanjutnya yaitu Kantor Bupati Lombok Tengah, Kecamatan Praya, yang  juga menjadi salah satu lokasi pengungsian korban gempa. 
 
 
Perjalanan tim Asdep Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA masih berlanjut menuju lokasi keempat yaitu Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, kecamatan yang terdiri dari 23 desa ini, 4 diantaranya merupakan desa terparah yang terkena imbas dari gempa bumi susulan tanggal 5 dan 9 agustus 2018 kemarin. Lokasi terakhir penyerahan bantuan adalah Desa Bayan, Lombok Utara, sebelumnya lokasi ini telah mendapatkan bantuan pada tahap pertama akan tetapi kondisi saat ini sangat memprihatinkan. 
 
"Kondisi Desa Bayan semakin parah setelah gempa bumi susulan kedua dan ketiga terjadi, hampir 90% rumah disini rata dengan tanah, listrik pun masih padam sehingga dikhawatirkan akan timbul masalah baru mulai dari masalah kesehatan hingga rentan terjadi kekerasan khususnya bagi perempuan dan anak. Di wilayah ini juga kegiatan belajar mengajar di sekolah belum berjalan dikarenakan kondisi sekolah yang rusak parah bahkan roboh serta kondisi anak yang masih mengalami trauma akibat gempa, kondisinya sangat memprihatinkan," ujar Dermawan, Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA.
 
 
Kemen PPPA bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB, Dinas PPPA Provinsi NTB dan Relawan Sahabat Anak Indonesia dari Lembaga Perlindungan Anak telah membangun Tenda Ramah Anak di 2 (dua) lokasi untuk menjadi tempat pemulihan trauma korban pasca bencana. lokasi Tenda Ramah Anak tersebut berada di wilayah Desa jeringo, Lombok Barat dan Desa Pemenang, Lombok Utara. Dalam melakukan pemulihan trauma di dalam tenda ramah anak tersebut melibatkan pula Forum Anak Provinsi NTB sebagai fasilitator yg merupakan bagian dari tim.
 
 
Hasil evaluasi pemberian bantuan tahap kedua menujukan, kebutuhan selanjutnya bagi anak yang menjadi korban gempa bumi adalah selain kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, makanan, susu, popok bayi, kemudian juga diperlukan perlengkapan untuk sekolah seperti tas, alat tulis, dan iqro untuk mengaji. "Kami akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak yang menjadi korban gempa bumi. Perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan khusus dalam kondisi darurat pasca bencana. Upaya pemenuhan kebutuhan mereka menjadi fokus utama kami," tambah Dermawan. 
 
 
Untuk melihat langsung kondisi perempuan dan anak pasca gempa Lombok, Menteri Yohana akan melakukan kunjungan ke Lombok pada tanggal 20 Agustus mendatang. Lokasi yang akan dikunjungi Menteri Yohana adalah Lombok Barat (Desa Jeringo) dan Lombok Utara (Desa Pemenang). "Saya akan meninjau langsung lokasi dan kondisi pasca bencana gempa bumi kemarin, ini merupakan salah satu upaya dalam penanganan perempuan dan anak yang mengalami trauma pasca bencana. Kami akan terus memantau untuk memastikan kebutuhan perempuan dan anak disana dapat terpenuhi," ujar Menteri Yohana. 
 
 
PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN 
PERLINDUNGAN ANAK  
Telp.& Fax (021) 3448510,  

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 19 November 2019

Upaya Kemen PPPA dalam Memenuhi Hak Anak Melalui Informasi Layak Anak (15)

Jakarta (18/11) - Anak merupakan potensi yang penting sebagai generasi penerus bangsa dan akan menjadi pilar utama pembangunan nasional. Untuk mendukung…
Siaran Pers, Sabtu, 16 November 2019

Mengenal Sosok Perempuan Pejuang Industri Rumahan di Kabupaten Kendal   (158)

Sejak 2016,  model pengembangan  industri rumahan (IR) yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sudah dilaksanakan di…
Pengumuman, Jumat, 15 November 2019

RALAT PENGUMUMAN PANITIA SELEKSI CPNS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK NOMOR 179 TAHUN 2019 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (7813)

Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai…
Siaran Pers, Rabu, 13 November 2019

Kemen PPPA Dorong PUG di Berbagai Sektor (127)

Sebagai bentuk asistensi kepada Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan persiapan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020, Kemen PPPA melakukan kegiatan…
Siaran Pers, Jumat, 15 November 2019

Komitmen, Koordinasi dan Sinergi, Kunci Tingkatkan Replikasi IR di Daerah (187)

Pada 2019 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) telah…