KEPAHIANG SIAP WUJUDKAN PERLINDUNGAN LANSIA RESPONSIF GENDER

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 14 Oktober 2018
  • Dibaca : 855 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

KEPAHIANG SIAP WUJUDKAN PERLINDUNGAN LANSIA RESPONSIF GENDER

Siaran Pers Nomor: B- 192/ Set/Rokum/MP 01/10/2018


Kepahiang, Bengkulu, (14/10) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menghadiri acara Peresmian Model Perlindungan Lanjut Usia (lansia) yang Responsif Gender sekaligus melakukan Senam Bersama Seribu Perempuan Lansia di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi dan memberdayakan perempuan lansia di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepahiang.
 
“Perempuan lansia di Indonesia rentan mengalami diskriminasi ganda, baik sebagai perempuan maupun karena usia yang sudah lanjut. Lansia juga rentan mengalami kekerasan, karena secara fisik dianggap lemah, serta masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang lansia. Seringkali lansia dianggap beban tanggungan keluarga, masyarakat dan negara. Padahal banyak perempuan lansia yang sehat, produktif dan mandiri di usia tua. Upaya perlindungan lansia yang responsif gender menjadi hal yang sangat penting dan strategis. Diperlukan peran berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam melindungi lansia,” ujar Menteri Yohana dalam sambutannya pada acara pencanangan Model Perlindungan Lansia yang Responsif Gender.
 
Lansia adalah penduduk berusia 60 tahun keatas dan setiap tahun jumlahnya terus meningkat di Indonesia. Pada 2015, jumlah lansia di Indonesia mencapai 21.6 juta jiwa atau 8.47% total penduduk (Survei Penduduk Antar Sensus atau SUPAS). Pada 2025, diperkirakan jumlahnya akan mencapai 10% penduduk Indonesia atau 36 juta jiwa. Selain itu jumlah perempuan lansia lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki, yaitu 8.99% atau 11.41 juta jiwa, sedangkan lansia laki-laki hanya 10.2 juta jiwa.
 
Menteri Yohana mengungkapkan, bahwa Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah lansia terbanyak di dunia. Pada 2004, Susenas BPS melansir sebanyak 59,12% lansia di Indonesia tergolong miskin dan masuk ke dalam 27% dari total penduduk miskin. Rata-rata lansia hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Jika pemerintah tidak cepat bergerak, maka kemiskinan pun akan mengancam penduduk lansia. Perlindungan sosial bagi lansia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga masyarakat non pemerintah.
 
“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kepahiang yang sejak 2012 lalu, telah menyosialisasikan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lanjut Usia yang Responsif Gender. Permen ini mengacu pada 10 bidang kegiatan yaitu sosial, ekonomi, politik, hukum, lingkungan, kesehatan, pendidikan, seni budaya, penguatan mental spiritual, dan wisata. Untuk itu, Kemen PPPA memberikan penghargaan kepada Bupati Kabupaten Kepahiang, Hidayatullah Syahid beserta jajaran, atas kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam memberdayakan perempuan lansia di wilayahnya,” ungkap Menteri Yohana.
 
Menteri Yohana mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati jasa para perempuan lansia yang telah melahirkan generasi penerus bangsa. Ia juga memberikan sejumlah bantuan berupa alat musik rebana dan pengeras suara untuk kegiatan seni budaya lansia, serta alat penggiling kopi agar para lansia dapat menikmati atau menjual kopi di Pondok Silaturahmi Lansia Kab. Kepahiang. Hal ini bertujuan agar para perempuan lansia dapat mengisi waktu luangnya dengan bahagia.
 
“Saya harap dengan adanya Model Perlindungan Lansia yang Responsif Gender di Kabupaten Kepahiang ini, dapat meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya perlindungan hak perempuan lansia di semua bidang. Model ini diharapkan menjadi contoh bagi para komunitas lansia di daerah lain yang mengunjungi kabupaten Kepahiang, serta dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam program dan kegiatan pemerintah Kabupaten Kepahiang maupun daerah lain. Demi mewujudkan Lansia Indonesia yang Sehat, Produktif, Mandiri, Bahagia, dan Sejahtera,” tegas Menteri Yohana.

Pada rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Kepahiang, Menteri Yohana juga meresmikan pondok silaturahmi lansia yang ditandai dengan pembukaan Tirai Papan Nama, dilanjutkan dengan peninjauan ke Taman Lansia, Klinik Lansia, Kantor Lansia, Ruang Bermusik Lansia dan Ruang Pengajian Lansia di Komplek Perkantoran Pemda Kelobak.
 
“Penduduk lansia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan manusia secara global dan nasional. Hal ini karena adanya peningkatan usia harapan hidup dan kualitas kesehatan, meningkatnya kondisi sosial masyarakat, serta memberi dampak positif di bidang sosial, ekonomi, hukum, dan politik. Untuk itu, mari bersama kita berdayakan dan lindungi perempuan lansia di Indonesia, karena mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya dalam pembangunan bangsa ini. Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera,” tutup Menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@Kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (9)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (42)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (44)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (90)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (82)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman