KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

SERENTAK, SISWA SEHARI BELAJAR DI LUAR KELAS

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 01 November 2018
  • Dibaca : 200 Kali
...

KEMENTERIAN  
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK  
REPUBLIK INDONESIA  

PRESS RELEASE  

SERENTAK, SISWA SEHARI BELAJAR DI LUAR KELAS

Siaran Pers Nomor: B- 203/Set/Rokum/MP 01/10/2018

Ambon/Kota Tangerang Selatan (1/11) - Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan kegiatan Outdoor Classroom Day (OCDay) atau Hari Belajar Di Luar Kelas yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Kamis pagi (01/11). OCDay di Indonesia dimulai sejak tahun 2017 dan menjadi terbaik kedua setelah London karena banyaknya jumlah sekolah yang mengikuti. Tahun ini, kurang lebih 347.758 anak dari 400 sekolah diberbagai wilayah Indonesia terdaftar ikut serta. 

"Kegiatan OCDay atau Hari Belajar Di Luar Kelas selaras dengan arahan Presiden yang meminta sekolah untuk melakukan proses pembelajaran di luar kelas. Hal ini agar proses pembelajaran bagi anak menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, juga bisa meningkatkan kemandirian serta kreativitas mereka," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise saat mengikuti kegiatan OCDay bersama ratusan siswa di SDN 2 Lateri, Ambon. 

Sementara itu, ditempat terpisah Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin menyampaikan, kegiatan belajar di luar kelas atau OCDay ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA). Di Indonesia, saat ini telah terdapat 11.097 Sekolah Ramah Anak (SRA) di 236 Kabupaten/Kota di 34 provinsi. 

"Metode pembelajaran dalam kegiatan OCDay ini mengusung berbagai tema diantaranya, climate change (adaptasi perubahan iklim), perilaku hidup bersih dan sehat, sarapan sehat setiap hari, pendidikan karakter, cinta tanah air, serta pelestarian permainan tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 90 menit dengan beragam kegiatan dan aktivitas yang dapat mengeksplor kreativitas anak-anak tersebut," ujar Lenny N Rosalin saat mengikuti kegiatan OCDay di SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, Banten.

OCDay dilaksanakan di Banten (SMAN 2 Kota Tangerang Selatan) dan Bukittinggi (SDN 2 Percontohan) mewakili wilayah Barat Indonesia, Balikpapan (SLB Balikpapan) dan Manado (SMA Advent Klabat) mewakili wilayah Tengah Indonesia, serta Ambon (SDN 2 Lateri) dan Jayapura (SMP YPKK Kristus Raja) mewakili wilayah Timur Indonesia.

"Kegaitan OCDay bisa diikuti oleh semua satuan pendidikan. Namun saya mengimbau agar minimal seluruh SRA yang ada di Indonesia dapat mengikuti kegiatan ini dan dilakukan minimal 2,5 jam oleh setiap sekolah. Saya juga berharap kedepan, tiap tahunnya semakin banyak sekolah yang mengadopsi dan tidak hanya dilakukan sekali setahun, tapi bisa satu bulan sekali, atau bahkan satu minggu sekali dengan diisi beragam inovasi kegiatan," tutup Menteri Yohana.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN  
PERLINDUNGAN ANAK  
Telp.& Fax (021) 3448510,  
email : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

E - Book, Rabu, 21 November 2018

PEDOMAN PHI KE 90 TAHUN 2018 (3)

Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengingatkan kita semua untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, sebagai…
Siaran Pers, Sabtu, 17 November 2018

CEGAH ANAK TERPAPAR NARKOBA DAN PORNOGRAFI SEJAK DINI (253)

Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada kondisi darurat peredaran narkoba, pornografi, serta masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Siaran Pers, Sabtu, 17 November 2018

SINERGI PEMANGKU ADAT BUKITTINGGI GUNA LINDUNGI ANAK DARI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI (151)

Dinamika perkembangan teknologi dan gaya hidup/perilaku orang-orang dewasa, menempatkan anak dalam situasi rentan terhadap perilaku yang tidak ramah anak.
Siaran Pers, Sabtu, 17 November 2018

STRATEGI PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DIRUMUSKAN (121)

Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dan ke 2 di ASEAN dengan angka perkawinan anak tertinggi.
Berita, Jumat, 16 November 2018

LINDUNGI ANAK DARI JARINGAN TERORISME DAN PAHAM RADIKALISME (103)

Tindak pidana terorisme merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Dikatakan demikian karena merupakan kejahatan atas pelanggaran kemanusiaan yang dampaknya…