Negara Myanmar Belajar dari Indonesia Tentang Pengarusutamaan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2165 Kali
Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar Saat Menyampaikan Keadaan Perempuan dan Anak di Myanmar
Jakarta (19/03), Komite Perlindungan Perempuan dan Anak dari Negara Myanmar berkunjung ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan studi banding di Indonesia. Pada pertemuan ini, antara Indonesia dan Myanmar melakukan pertukaran informasi terkait pada bidang pendidikan, komitmen politik, hukum, dan budaya.

Indonesia patut berbangga hati, karena Indonesia masih lebih maju di bidang kesetaraan gender. Sebagai contohnya di bidang pendidikan, perempuan di Myanmar masih tertinggal. Di bidang politik, tahun lalu saja hanya ada satu perempuan yang menduduki di jabatan eksekutif kepemerintahan Myanmar.

Dalam hal ini, Myanmar sangat berkeinginan untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola kebijakan yang tidak bias gender. Seperti kebijakan pada pengarusutamaan gender, dan kota layak anak.
"Kita harus meningkatkan kesadaran pada kementerian/lembaga lainnya dengan memasukkan program-program untuk mewujudkan kesetaraan gender, memberdayakaan perempuan, melindungi perempuan dan anak melalui program dan kebijakan kementerian/lembaga masing-masing". jelas Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA.


Namun Myanmar sendiri sudah memiliki banyak kemajuan seperti telah meratifikasi konvensi hak anak, sudah ada UU anak, UU trafficking yang mendukung dengan terbentuknya World Fit For Children.

"Meskipun Kesetaraan Gender adalah masalah budaya, namun budaya itu sendiri tidak selalu buruk, namun kita dapat memulainya di lingkup keluarga, bagaimana membangun suatu keluarga yang tidak bias gender." kata Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar. (HM)

 

Foto Terkait:

 

Prof. Dr. Mya Oo/Ketua Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar bertukar cinderamata dengan Dra. Sri Danti, MA/Sekretaris Kementerian PP dan PA

 

Foto Bersama. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Berfoto bersama dengan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar

Foto : Ifran Lindu Mahargya / Humas KPP - PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 10 Agustus 2020

Optimalisasi Layanan JDIH, Kemen PPPA Sediakan Kemudahan Akses Produk Hukum terkait PPPA (26)

Jakarta (10/08) – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan suatu sistem pemanfaatan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (72)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (54)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (117)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (156)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…