KESETARAAN GENDER DIMULAI DARI KELUARGA

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 09 Desember 2018
  • Dibaca : 2008 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

KESETARAAN GENDER DIMULAI DARI KELUARGA

Siaran Pers Nomor: B-257 /Set/Rokum/MP 01/12/2018

Jakarta (8/12) Di era modern saat ini, keluarga tidak hanya dituntut untuk dapat bertahan hidup, tapi juga harus mampu menghadapi persoalan sosial dengan menanyangkal berbagai pengaruh negatif yang terjadi di lingkungannya dari anak - anak. Permasalahan sosial tersebut diantaranya narkoba. pergaulan bebas, penularan HIV/AIDS, pornografi, perdagangan manusia dan lain-lain. Semua itu membutuhkan kerjasama antar suami-istri atau orang tua demi mewujudkan ketahanan keluarga.

“Peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah anggota keluarganya terutama anak-anak agar tidak terjebak pada penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas adalah sangat penting. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang termasuk pergaulan bebas di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Peran orang tua juga menjadi sangat penting karena hubungan emosional yang baik dengan anaknya (dan anggota keluarga lainnya), menjadi cara yang baik dalam pencegahan dini terjadinya kekerasan, ponografi, penggunaan narkoba dan tindakan-tindakan negatif lainnya,” tutur Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Agustina Erni pada kegiatan “Bhakti Sosial Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-90” di Islamic Center, Jakarta Utara.

Pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba masih relatif rendah, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Berdasarkan data dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk orang dewasa maupun anak-anak menunjukkan bahwa lebih dari 50% penghuni Lapas masuk karena kasus penggunaan narkotika.

Kegiatan Bhakti Sosial ini diikuti oleh 1.000 orang peserta yang berasal dari masyarakat sekitar komplek Islamic Center, Jakarta Utara yang terdiri dari unsur pelajar, remaja putri dan unsur keluarga lainnya. Kegiatan tersebut meliputi pemberian bantuan sembako, pengobatan gratis, bantuan kacamata baca, serta penyuluhan kanker serviks. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang didukung oleh Kementerian Sosial RI dan 6 organisasi perempuan, diantaranya Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), KOWANI, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, Tim Penggerak PKK Pusat, Dharma Wanita Persatuan.

Plt Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA sekaligus Ketua Bidang Bhakti Sosial PHI, Sri Danti Anwar mengatakan kegiatan bhakti sosial ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara menuju pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Para kaum perempuan juga diberikan pelatihan keterampilan tangan agar mereka termotivasi untuk membuka usaha sendiri. Selain berfokus pada kaum perempuan, dalam kegiatan ini juga dilakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas kepada 100 orang pelajar. Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan bimbingan dan edukasi bagi para pelajar dan generasi muda untuk lebih waspada terhadap narkoba.

“Perlu juga untuk diketahui bahwa prinsip mendasar tentang Kesetaraan Gender, dimulai dari keluarga yang ditandai dengan berbagai upaya untuk berbagi peran dan tugas antar seluruh anggota keluarganya. Kepedulian, rasa empati serta hubungan komunikasi yang terbangun dengan baik dalam satu keluarga, tentunya akan mampu mencegah setiap anggota keluarga dari permasalahan-permasalahan sosial,” tutup Erni.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp & Fax (021) 3448510
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (44)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (40)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (61)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (417)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (109)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…