PENTINGNYA INOVASI DAN TEROBOSAN DEMI WUJUDKAN KLA

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 12 Desember 2018
  • Dibaca : 1556 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

PENTINGNYA INOVASI DAN TEROBOSAN DEMI WUJUDKAN KLA

    Siaran Pers Nomor: B- 261/Set/Rokum/MP 01/12/2018

 

Sula (11/12) Dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, Kabupaten Sula, Provinsi Maluku Utara, berkomitmen menuju Kabupaten / Kota Layak Anak (KLA). Selain harus berfokus pada upaya pencapaian 24 indikator KLA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong Pemerintah Daerah Kab. Sula agar melakukan inovasi dan terobosan demi memperkuat sarana, prasarana, dan kapasitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Daerah Kab. Sula hendaknya fokus pada upaya pencapaian 24 indikator KLA. Jika tahun ini Kab. Sula berhasil memperoleh Penghargaan KLA Kategori Pratama, maka ke depan diharapkan dapat meningkatkan peringkatnya. Upaya-upaya terobosan dan inovasi perlu dilakukan, seperti memperkuat sarana prasarana dan peningkatan kapasitas SDM terkait hak-hak anak. 24 indikator KLA dapat diwujudkan melalui tersedianya Sekolah Ramah Anak (SRA), Puskesmas Ramah Anak (PRA), Pelayanan Akte Kelahiran, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), Informasi Ramah Anak, dan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak,” pungkas Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu saat meresmikan “Pencanangan Kabupaten Sula sebagai KLA”.

Pemenuhan hak anak atas kesehatan menjadi fokus utama. Hal ini ditandai dengan terwujudnya kesehatan bagi semua anak, tidak ada anak yang kurang gizi, serta anak harus dijauhkan dari narkoba, miras dan rokok. Oleh karenanya, penting bagi Pemerintah Daerah untuk menyediakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lokasi-lokasi yang banyak terdapat anak – anak, dan meniadakan Iklan, Promosi dan Sponsor (IPS) Rokok dalam upaya menciptakan udara bersih untuk mendukung kesehatan anak.

Indikator KLA yang juga tidak kalah penting adalah tidak adanya perkawinan anak (menikah di bawah usia 18 tahun). Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) menjadi sangat penting demi menekan angka perkawinan anak. PUSPAGA merupakan sarana konseling dan rujukan bagi keluarga dengan fokus pada pengasuhan berkualitas berbasis hak anak yang dilengkapi dengan psikolog.

 

“Pemerintah perlu memastikan semua anak di manapun mereka berada terpenuhi hak-haknya dan terlindungi dari semua hal yang membahayakan. KLA akan terwujud jika semua pemangku kepentingan mendukung, yaitu Pimpinan Daerah dan jajarannya, Legislatif, Aparat Penegak Hukum, media, lembaga masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, orangtua dan keluarga, anak-anak, dan masyarakat. Anak merupakan investasi bagi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang, termasuk untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030,” tutup Pribudiarta.

 

 

                                   PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                              e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id 

       www.kemenpppa.go.id

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (10)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (9)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (17)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (9)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (28)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…