LANSIA SEHAT SENTOSA, LANSIA SEJAHTERA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 20 Desember 2018
  • Dibaca : 628 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

LANSIA SEHAT SENTOSA, LANSIA SEJAHTERA

Siaran Pers Nomor: B-274 /Set/Rokum/MP 01/12/2018

 

Pariaman (20/12) - Perempuan lansia sebagai kelompok rentan sering dikonotasikan selalu bergantung pada orang lain dan menjadi beban tanggungan keluarga, masyarakat dan negara. Menurunnya fungsi organ tubuh dan kesehatan juga dikhawatirkan dapat berpengaruh pada kemiskinan yang menimpa kaum lansia, khususnya lansia perempuan. Demi memberikan perlindungan bagi kaum lansia, Pemerintah Kota Pariaman meresmikan Forum Lanjut Usia Sehat Sentosa Kota Pariaman sekaligus Rumah Lansia Sehat Sentosa, melalui SK Walikota Pariaman Nomor 391/463/2018, tanggal 11 Desember 2018, tentang Pembentukan kelompok Kerja Model Lanjut Usia Responsif Gender "Sehat Sentosa" Kota Pariaman Periode tahun 2018 – 2023.

“Perlindungan terhadap lansia, khususnya lansia perempuan merupakan mandat dari Presiden RI. Lansia perempuan sering kali dianggap sebagai beban keluarga dan negara. Padahal kenyataannya masih banyak perempuan lansia yang tetap sehat, produktif dan mandiri di usia tuanya. Selain rentan mengalami tindak kekerasan, mereka juga rentan terhadap  kemiskinan karena kondisi fisik yang menurun. Oleh karenanya, kami mengapresiasi komitmen Kota Pariaman yang mendirikan forum dan rumah sehat sentosa bagi kaum lansia,” pungkas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada “Peresmian Forum Lanjut Usia "Sehat Sentosa" Kota Pariaman Periode 2018 – 2023”.

Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lanjut usia terbanyak di dunia. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, jumlah lanjut usia di Indonesia sebanyak 21.609.717 juta jiwa atau 8.47 % dari total penduduk. Statistik Susenas BPS 2004 menunjukkan bahwa 59,12% lansia di Indonesia tergolong miskin dan merupakan 27% dari total penduduk miskin. Selain itu, rata-rata pendidikan lansia hanya sekolah dasar dan tanpa memiliki pekerjaan yang tetap. Perlindungan sosial bagi lansia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Pemerintah dan lembaga masyarakat non pemerintah.

Senada dengan Menteri Yohana, Walikota Pariaman, Genius Umar mengungkapkan bahwa selain peduli terhadap perempuan dan anak, Pemerintah Kota Pariaman juga sangat peduli terhadap lansia. "Kami telah mendirikan tempat pariwisata dan taman yang layak anak dan perempuan, salah satunya adalah Pantai Cermin, hal tersebut adalah bentuk nyata bahwa Pariaman siap untuk memenuhi kriteria sebagai Kota Layak Anak (KLA). Disamping itu, kami juga tak lupa memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada kaum lansia, khususnya lansia perempuan. Hal ini dibuktikan dengan didirikannya Forum dan Rumah Lansia Sehat Sentosa. Forum ini merupakan wadah bagi para lansia untuk saling berbagi pengalaman dan menuangkan kreativitasnya, salah satunya dalam bentuk kerajinan tangan, kegiatan menyulam dan merajut, membaca di perpustakaan, pengajian rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Jadi, umur bukanlah halangan bagi lansia untuk terus berdaya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Genius.

Menutup kunjungannya di Kota Pariaman, Menteri Yohana dan Walikota Pariaman meresmikan Rumah Lansia "Sehat Sentosa" sekaligus melakukan peninjauan kegiatan yang dilakukan oleh para lansia. “Saya sangat apresiasi langkah yang dilakukan oleh Walikota Pariaman dengan membangun Rumah Lansia "Sehat Sentosa" ini. Ini merupakan pertama kalinya ada rumah yang dikhususkan untuk para lansia dapat berkumpul dan beraktivitas. Sungguh, suatu perbuatan mulia ketika kita memberikan ruang tidak hanya kepada usia muda, tetapi juga kepada kelompok usia lanjut sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka yang telah melahirkan kita sebaga generasi penerus untuk bangsa yang bermartabat. Untuk itu, saya berharap model tersebut dapat diintegrasikan ke dalam program dan kegiatan yang ada di OPD Kota Pariaman, terlebih lagi dapat dijadikan sebagai percontohan model bagi daerah-daerah lainnya guna menuju Lansia yang Sehat Sentosa,” tutup Menteri Yohana.


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 01 Juni 2019

Mama Yo: Pilih Transportasi Aman Demi Keselamatan Anak dan Perempuan! (240)

Jakarta (01/06) - Sudah 2 jam Suci (51) bersama anak dan cucu - cucunya menunggu Kereta Api Serayu jurusan Cilacap…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Upaya Pemerintah Kabupaten Sorong dalam Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak (146)

Dalam Pemenuhan Hak Anak, Negara bertanggung jawab untuk memastikan semua anak mendapat hak dasar seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Anak Yatim Piatu Dianiaya Orang Tua Asuh, Kemen PPPA Pastikan Perlindungan dan Hak Anak (233)

Kabar duka kembali menghampiri salah satu anak Indonesia di Depok, Jawa Barat. CA (11 tahun) terbaring di RS Fatmawati Jakarta…
Siaran Pers, Kamis, 30 Mei 2019

Pengasuhan dan Pendidikan sebagai Ujung Tombak Perlindungan Anak (179)

Di tengah – tengah panggung fashion show pada acara amal bertajuk “Share Our Love With Rumah Belajar Miranda”, Menteri Pemberdayaan…
Dokumen Kinerja, Selasa, 28 Mei 2019

LAKIP DEPUTI TKA 2018 (82)

LAKIP DEPUTI TKA 2018