INDONESIA SIAGA BENCANA, PEREMPUAN DAN ANAK TANGGAP BENCANA 

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 27 Desember 2018
  • Dibaca : 1190 Kali
...

KEMENTERIAN 
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 
REPUBLIK INDONESIA 

PRESS RELEASE

INDONESIA SIAGA BENCANA, PEREMPUAN DAN ANAK TANGGAP BENCANA 

Siaran Pers Nomor: B-279/Set/Rokum/MP 01/12/2018

 

Pandeglang, Banten (27/12) – Indonesia kembali dirundung duka, gelombang tsunami yang menghantam selat sunda pada Sabtu malam (22/12) lalu mengejutkan banyak pihak. Longsor bawah laut akibat erupsi anak gunung Krakatau, disinyalir menjadi penyebab terjadinya tsunami selat sunda ini. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, Kamis pagi ini mengunjungi posko GOR Margono, Kecamatan Labuan dan Posko Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, untuk melihat langsung kondisi perempuan dan anak pasca bencana tsunami.

Bersama dengan Ibu Gubernur yang juga merupakan Ketua TP PKK, Niniek Wahidin Halim, Sekda Ketua DWP, dan Kadis PPPA Prov. Banten, Menteri Yohana sekaligus memastikan penanganan perempuan dan anak korban tsunami sudah memenuhi hak-hak mereka sebagaimana mestinya.

“Saya atas nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) turut berduka cita atas bencana alam tsunami selat sunda yang terjadi di Banten dan Lampung. Saya juga berdoa agar para korban yang meninggal dunia dapat diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan ini. Kehadiran saya disini untuk memastikan bahwa meskipun dalam kondisi pasca bencana, perempuan dan anak dapat terpenuhi hak-haknya termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan. Akan tetapi, bencana alam ini tidak boleh dijadikan sebuah alasan untuk terus terpuruk dan bersedih, perempuan dan anak korban bencana tsunami harus terus semangat dan bangkit untuk menata kembali kehidupan yang akan datang,” ungkap Menteri Yohana. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Data Informasi dan Humas BNPB hingga Rabu, (26/12), tercatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 orang mengungsi. Daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten tepatnya Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung yang meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran, menjadi daerah yang terdampak tsunami selat sunda ini. Sementara itu, jumlah keseluruhan pengungsi di posko GOR Margono, Kec. Labuan sendiri sebanyak 1127 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 203 jiwa, perempuan sebanyak 453 jiwa, anak-anak sebanyak 359 jiwa, dan lansia sebanyak 112 jiwa. 

Kemen PPPA memberikan beberapa bantuan kepada para pengungsi korban tsunami selat sunda, berupa pakaian layak pakai untuk perempuan dan anak, perlengkapan mandi, selimut, pembalut dan popok bayi, susu untuk bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui, mainan anak dan biskuit. Pemberian bantuan ini semata-mata agar perempuan dan anak korban tsunami tetap terpenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sebab, sudah seyogyanya dalam keadaan apapun perempuan dan anak harus tetap terpenuhi hak-haknya dan mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. 

“Melihat kondisi Indoensia yang berada pada cicin api pasifik, sudah semestinya membuat kita sadar agar dapat membekali diri terutama perempuan dan anak, dengan pemahaman tanggap bencana, pengetahuan menghadapi bencana, dan penanganan pasca bencana agar proses pemulihan trauma bisa berjalan lebih cepat. Tapi saya senang saat sampai di posko ini disambut dengan semangat yang kuat dari para pengungsi terutama ibu-ibu dan anak-anak, terlihat jelas mereka semua sudah kuat dan mampu untuk bangkit dari keterpurukan pasca bencana tsunami yang melanda. Perempuan dan anak di Banten, harus bangkit.." ujar Menteri Yohana. 

 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 16 November 2019

Mengenal Sosok Perempuan Pejuang Industri Rumahan di Kabupaten Kendal   (82)

Sejak 2016,  model pengembangan  industri rumahan (IR) yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sudah dilaksanakan di…
Pengumuman, Jumat, 15 November 2019

RALAT PENGUMUMAN PANITIA SELEKSI CPNS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK NOMOR 179 TAHUN 2019 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (2476)

Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai…
Siaran Pers, Rabu, 13 November 2019

Kemen PPPA Dorong PUG di Berbagai Sektor (75)

Sebagai bentuk asistensi kepada Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan persiapan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020, Kemen PPPA melakukan kegiatan…
Siaran Pers, Jumat, 15 November 2019

Komitmen, Koordinasi dan Sinergi, Kunci Tingkatkan Replikasi IR di Daerah (139)

Pada 2019 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) telah…
Siaran Pers, Kamis, 14 November 2019

Wujudkan Huntara Responsif Gender dan Anak (92)

Gempa bumi 7.4 SR yang diikuti oleh tsunami dan likuifaksi yang melanda Sulawesi Tengah pertengahan tahun 2019 kemarin menyisakan pekerjaan…