Isu-Isu Perempuan Dan Anak Harus Masuk Pada Pertemuan Asia-Afrika 2009

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 3064 Kali

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, Prof. Dr. Meutia Hatta dan Menteri Sekretaris Negara Afrika Selatan Dr. Essop Goolam Pahad sepakat bahwa isu perempuan harus menjadi salah satu agenda dalam konferensi Asia Afrika 2009. Pada konferensi yang akan diselenggarakan di Afrika Selatan itu, Indonesia dan Afrika Selatan akan menjadi pimpinan sidang, sehingga dipandang perlu untuk diadakan pertemuan awal agar kerjasama menjadi lebih optimal.

Kesepakatan ini diambil pada pertemuan Delegasi Afrika Selatan ke Indonesia yang dipimpin Mensesneg Afsel, Pahad yang diikuti oleh Prof. Anver Saloojee, Special Advisor to The Minister, Mr. Michael Louw, head Ministerial Services, Business Delegation (TBC), H.E. Griffiths Mandlenkosi Memela (Ambassador of the Republic of South Africa, dan Mr. J.W. Klopper, First Secretary (Political) sebagai anggota delegasi.

Selain itu, di dalam pertemuan juga dibahas mengenai hubungan bilateral Indonesia-Afrika Selatan. Sekali lagi Ibu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan mengusulkan agar komitmen dalam hubungan tersebut tidak hanya pada meningkatkan kerjasama di bidang pemberdayaan perempuan yang disetujui Afrika Selatan sebagaimana tertuang dalam Agreed Minutes, yaitu saling tukar informasi dan pengalaman tentang Gender Equality, peningkatan produktivitas ekonomi perempuan terutama ekonomi kecil dan menengah, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemberdayaan perempuan di lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif. Lebih jauh dari itu, Ibu Menteri juga mengharapkan agar dapat dimasukkannya hal-hal lain yang dirasa cukup penting seperti pendidikan dan kesehatan, yang didalamnya juga melibatkan perempuan.

Usulan Meutia ini ditanggapi positif oleh delegasi Afrika Selatan. Dan untuk perwujudannya, akan diadakan pertemuan antara Duta Besar Afrika Selatan, Departemen Luar Negeri, dan Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada 30 Juni 2008. Keramahan Ibu Menteri pun mereka sambut dengan mengundang ibu ke Afrika Selatan.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (10)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (9)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (17)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (9)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (28)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…