Berikan Pola Pengasuhan Terbaik Bagi Anak

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 03 Mei 2019
  • Dibaca : 470 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-075/Set/Rokum/MP 01/05/2019

Pontianak (01/05) – Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kemen PPPA, Rohika Kurniadi Sari mengatakan pesatnya perkembangan teknologi membawa dampak pada pola pengasuhan orang tua terhadap anak. Orang tua mengalami kegelisahan lantaran merasa tidak mampu memberi pengasuhan yang baik.

Penelitian KPAI menunjukkan hanya 25% orang tua yang  belajar tentang pengasuhan. Padahal, ketidakmampuan orang tua menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak juga berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. “Ketidakmampuan orang tua ditandai dengan pengasuhan anak yang disertai dengan kekerasan fisik, mental, seksual, dan penelantaran. Hal ini akan menghambat tumbuh kembang anak,” ungkap Pakar Anak, Hamid Patilima.

Menjawab persoalan tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan Pelatihan Pengasuhan Berbasis Hak Anak di Provinsi Kalimantan Barat pada 29 April-1 Mei 2019. Peserta terdiri dari 5 (lima) Kabupaten/Kota, yakni Kab. Kubu Raya, Kab. Mempawah, Kab. Bengkayang, Kab. Landak, Kota Singkawang dan Kota Pontianak dan melibatkan lembaga pengasuhan alternatif maupun lembaga yang mempunyai unsur pengasuhan.

Rohika Kurniadi Sari menjelaskan peningkatan kapasitas penting bagi orang tua agar mampu bertanggung jawab terhadap anak. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas orang tua agar mampu melakukan fungsi pengasuhan dengan baik seperti mendidik, memelihara dan melindungi anak dengan baik. Peran dominan dalam pembentukan karakter anak berasal dari keluarga.

Sementara itu, Komisioner Bidang Pengasuhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati yang menjadi salah satu pembicara dalam pelatihan menjelaskan adanya batasan komunikasi antara anak dengan orang tua membuat anak lebih memilih bermain gawai. Padahal adiksi gawai membawa dampak buruk bagi anak.

 “Maraknya permainan dalam gawai yang berbau kekerasan seperti memukul, melukai, dan lain sebagainya, ternyata dapat menjadi referensi anak dalam menyelesaikan masalah. Seringnya anak beraktivitas dengan gawai juga mengurangi kepekaan sosial dan emosional anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya,” ujar Rita.

Rita menambahkan, orang tua cenderung gagap dalam mengasuh anak, utamanya dalam  pengawasan penggunaan media digital. “Kuncinya ada pada orang tua. Orang tua harus mengawasi penggunaan gawai pada anak dan lebih bijak dalam menentukan usia anak diperbolehkan menggunakan gawai,” kata Rita.

Dalam pelatihan juga dijelaskan bahwa pola asuh yang terbaik adalah pola asuh demokratis, yakni orang tua memberikan arahan tanpa menggurui, memberi kesempatan kepada anak mengungkapkan pendapatnya dan mengambil keputusan. Anak juga perlu belajar untuk merasa kecewa, gagal, lelah, dan ekspresi lainnya.


                                      PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                                           e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (41)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (44)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.
Siaran Pers, Sabtu, 14 September 2019

Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif (90)

Bali (14/9) – Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18…
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Perlindungan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas (82)

Disabilitas merupakan bagian dari keberagaman
Siaran Pers, Jumat, 13 September 2019

Tingkatkan Partisipasi Anak, Kemen PPPA Perkuat Peran Forum Anak (80)

Bali (13/09) – Partisipasi anak, merupakan satu dari 5 hak dasar anak yang terendah dalam hal pemenuhannya