Aku Anak Disabilitas, Aku Punya Asa dan Prestasi Tanpa Batas

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 12 Juli 2019
  • Dibaca : 1567 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-130/Set/Rokum/MP 01/07/2019

Palembang (12/07) “Aku sering ditolak ojek online ketika aku ingin ke sekolah. Aku juga sering jatuh ketika naik Transjakarta saat ingin bermain ke rumah teman,” begitulah curhatan Asyaffa Nur Julia yang merupakan anak penyandang disabilitas fisik. Namun, dibalik keterbatasan yang dimiliki, ia juga memiliki segudang prestasi. 

Asyaffa merupakan Juara 1 Penyaji Terbaik kategori Disabilitas Fisik pada kompetisi “Suara Anak Disabilitas: Dengarkanlah Curhatan Kami” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Ia juga punya mimpi agar anak Indonesia bebas berkarya, termasuk dirinya yang memiliki hobi menggambar dan menulis puisi.

“Kita semua harus paham betul bahwa anak kita, para anak penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai suatu keterbatasan fungsi, misal tidak dapat melihat atau mendengar, tetapi sebagai sebuah interaksi antara keterbatasan fungsi dan lingkungannya. Kita semua telah melihat dan terbukti bahwa mereka juga bisa berprestasi dan punya keahlian khusus dibidangnya masing-masing. Mereka harus mendapatkan hak  yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan berpartisipasi,” ungkap Menteri PPPA, Yohana Yembise saat berperan sebagai Kepala Sekolah dalam teater musikal bersama dengan para anak penyandang disabilitas dalam acara Harmoni Suara Anak Disabilitas di Palembang, Sumatera Selatan.

Teater Musikal tersebut bercerita tentang sebuah sekolah yang menggabungkan murid penyandang disabilitas dan murid non disabilitas. Namun, keduanya bisa bergaul dan belajar bersama dengan harmonis. Anak – anak penyandang disabilitas juga dengan gembira menampilkan keahliannya, di antaranya permainan musik band, tarian, biola, puisi, dan pantomim.

“Saya sangat kagum dengan orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas. Bapak dan Ibu harus berbangga memiliki anugerah spesial dari Tuhan. Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Orang tua maupun masyarakat harus melihat potensi yang dimiliki anak tersebut, bukan keterbatasannya. Mereka perlu mendapat dorongan, tuntunan, dan praktek langsung secara bertahap. Dengan begitu, bakat dan kemampuan anak akan berkembang dan menjadi generasi emas Indonesia,” pesan Menteri Yohana kepada para orang tua dan pendamping anak penyandang disabilitas.

Menteri Yohana juga memberikan penghargaan kepada para penyaji terbaik Suara Anak Disabilitas: Dengarkanlah Curhatan Kami. Kompetisi tersebut telah diselenggarakan sejak April - Juni 2019. Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Buku Suara Anak Penyandang Disabilitas yang merupakan kumpulan naskah dari curhatan para penyaji terbaik kompetisi Suara Anak Disabilitas. Berikut para penyaji terbaik Suara Anak Disabilitas: Dengarkanlah Curhatan Kami:

PENYAJI TERBAIK DISABILITAS FISIK:
1. Asyaffa Nur Julia - Palmerah, DKI Jakarta
2. Ataraka Abanaya - Jawa Barat 
3. Novia Kusuma Anggraini - Bandar Lampung, Lampung

PENYAJI TERBAIK DISABILITAS TUNA NETRA: 
1. Putri Theresia Giawa - Sumatera Utara 
2. Viqhli Alif Nur Restu Wardhana - Balikpapan
3. Wahyu Eko Prasetyo - Banyuwangi, Jawa Timur

PENYAJI TERBAIK DISABILITAS TUNA RUNGU: 
1. Hilma Faula Ni’matur Rachman - Sukamulya, Bandung
2. Revara Alya Almasya - DKI Jakarta
3. Mutiara Ilmi Rana - Bandung

PENYAJI TERBAIK DISABILITAS MENTAL, INTELEKTUAL, GANDA / MULTI: 
1. Afra Nada Adistia - Bekasi 
2. Dewi - Bandung, Jawa Barat
3. Sulis Sawaliyah - Bandung, Jawa Barat
4. Faiza Yustiandari - Ragunan, DKI Jakarta
5. Delvin Delvino - Palembang, Sumatera Selatan
6. Aryo Panembahan Notowijoyo - Samarinda, Kalimantan Timur

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK 

Telp.& Fax (021) 3448510,    
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 20 Januari 2021

Wujudkan Kesetaraan Gender di Tempat Kerja, Sukseskan Pembangunan Ekonomi Bangsa ( 59 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengungkapkan bahwa  kesetaraan gender bertujuan bukan hanya demi kepentingan kaum perempuan…

Siaran Pers, Minggu, 17 Januari 2021

Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak pada Lokasi Bencana Gempa Di Mamuju ( 206 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim pertama untuk untuk pemetaan kebutuhan spesifik perempuan dan anak sekaligus…

Siaran Pers, Jumat, 15 Januari 2021

Perempuan, Kekuatan Bangsa dalam Memutus Mata Rantai Covid-19 ( 161 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menuturkan bahwa perempuan merupakan salah satu kekuatan penting bagi bangsa dalam…

Siaran Pers, Jumat, 15 Januari 2021

Menteri PPPA : Pengesahan RUU PKS Menjadi Undang-Undang Tidak Bisa Ditunda Lagi ( 186 )

Awal tahun ini,  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) akan kembali membahas Rancangan Undang-Undang yang masuk dalam daftar Proyek Legislasi Nasional…

Siaran Pers, Kamis, 14 Januari 2021

Menteri Bintang: Perempuan Harus Berdaya di Seluruh Bidang Kehidupan    ( 176 )

Jakarta (14/01) – Pemerintah secara tegas berkomitmen untuk dapat memenuhi dan menjamin adanya kesetaraan gender bagi laki-laki maupun perempuan. Baik…