Kabupaten Layak Anak Memutus Mata Rantai Kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 28 Agustus 2019
  • Dibaca : 594 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B- 175/Set/Rokum/MP 01/08/2019

 

Tanimbar (28/08) – Upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak terus digalakkan ke pemerintah daerah dan masyarakat, diantaranya melalui upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).  Program KLA gencar dilakukan di seluruh Indonesia karena pemerintah sudah menargetkan agar seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke pada tahun 2030 menjadi negara yang layak terhadap anak atau Indonesia Layak Anak (IDOLA).

Salah satu daerah di perbatasan Indonesia yaitu Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan komitmennya menjadi Kabupaten Layak Anak. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Tanimbar, Petrus Fatlolon pada pencanangan dan komitmen di Lapangan Mandriak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise. 

“Pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan 24 indikator Kabupaten Layak Anak. Langkah awal yaitu dengan mengupayakan Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak. Pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus dengan mempercepat upaya menghadirkan fasilitas-fasilitas publik yang ramah anak dan dikerjakan secara keroyokan oleh dinas pppa dan dinas-dinas lain yang ada selain tentu saja penyediaan anggaran untuk mewujudkannya,”ujar Petrus.

Sementara itu, Menteri Yohana menyatakan komiten dari pemerintah daerah ini menunjukkan perhatian yang serius untuk menciptakan generasi anak-anak Indonesia yang terbaik. “Sudah saatnya anak-anak Tanimbar mendapat perhatian besar, tidak boleh lagi ada kekerasan yang menimpa anak-anak. Kekerasan terhadap anak bisa terjadi di sekolah oleh guru dan teman sebaya, bullying dan juga kekerasan oleh orangtua mereka sendiri. Khusus orangtua tolong tidak lagi memukul anak-anak. Undang-Undang Perlindungan Anak menegaskan hukuman pidana hingga 5 tahun penjara bagi pelaku kekerasan fisik,” tegas Yohana.
  
Yohana menambahkan pencapaian menjadi KLA adalah tugas berat. Itu sebabnya pemerintah daerah harus bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri untuk tercapainya KLA. Pencapaian KLA merupakan salah satu upaya membentuk SDM Unggul sesuai dengan komitmen kepemimpinan Presiden Joko Widodo ke depan.

Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan kabupaten ketiga yang berkomitmen mencapai KLA  menyusul Kabupaten Buru dan Kota Ambon.  KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang ditujukan untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Hingga bulan Juli 2019 KLA telah diinisiasi oleh 435 kabupaten dan kota. Dalam kunjungan kerja di Kepulauan Tanimbar, Menteri Yohana juga mengunjungi Puskesmas Ramah Anak dan melakukan pencanangan Sekolah Ramah Anak yaitu PAUD dan TK Anggrek Saumlaki, SD Don Bosco 2 dan 3 serta SMP negeri 1 Tanimbar Selatan.

 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 
DAN PERLINDUNGAN ANAK 
Telp.& Fax (021) 3448510, 
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (29)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (35)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (36)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (23)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (49)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…