Dibutuhkan Penanganan Bencana secara Holistik dan Responsif Gender

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1544 Kali

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi pada hari Rabu(2/9) pukul 14.55 WIB, berpusat di 142 Km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 30 Km, telah menelan korban meninggal sebanyak 81 orang, hilang 45 orang, luka 1.238 orang dan pengungsi 177.490 orang. Selain korban jiwa, kerusakan juga melanda rumah penduduk (rusak berat: 65.738 unit, rusak ringan: 122.977 unit); tempat ibadah (rusak berat: 2.417 unit, rusak sedang 569 unit, rusak ringan: 2.106 unit), pesantren (rusak berat 13 unit, rusak ringan: 55 unit) dan gedung perkantoran (rusak berat: 343 unit, rusak sedang: 41, rusak ringan: 291 unit). Data korban di atas didapatkan dari laporan tim pendamping Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk posko kedaruratan bencana gempa bumi Propinsi Jawa Barat sampai tanggal 13 September 2009 pukul 16.00 WIB.

Permasalahan tidak hanya jatuhnya korban jiwa dan harta benda, melainkan korban selamat yang harus bertahan di antara keterbatasan yang berdampak pada aspek sosiologis maupun psikologis. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh OXFAM (2006), setiap terjadi bencana alam, non alam dan bahkan konflik sosial, 60 s.d 70 persen korban adalah perempuan dan anak serta lanjut usia. Untuk itu, dibutuhkan penanganan bencana secara holistic dengan tidak mengenyampingkan responsive gender, dimulai dari tahap tanggap darurat sampai tahap rekonstruksi. Sehingga, jumlah korban dapat dieliminir dan hak-hak korban jiwa maupun korban selamat juga terlindungi.

Guna melihat lebih dekat penanganan Korban bencana gempa, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI berencana melakukan kunjungan ke Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut yang merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Bersamaan dengan itu, Meneg PP, sebagai wakil dari pemerintah akan memberikan Bantuan dari Departemen Sosial kepada Korban Bencana berupa 300 paket lauk pauk, 200 paket sandang (sarung, kaos, daster, seragam SD laki-laki dan perempuan), 500 lembar selimut dan 150 paket kids ware.

Sebelumnya, masih dalam rangkaian lawatan Menneg PP ke Garut, Jawa Barat, Beliau juga membuka sekaligus menjadi narasumber Symposium dan Pelatihan Kewirausahaan

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (46)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (52)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (43)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (86)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"