Kemen PPPA Dorong Media Wujudkan Kesetaraan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 08 November 2019
  • Dibaca : 789 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-277/Set/Rokum/MP 01/11/2019

 

Surabaya (8/11) Media memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan perubahan struktur sosial, termasuk untuk meningkatkan kesetaraan gender karena media dapat menanamkan nilai-nilai kepada masyarakat. Oleh karenanya, dibutuhkan peran seluruh pekerja media untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam masyarakat.

“Media massa sebagai satu dari 12 landasan Aksi Deklarasi Beijing menunjukkan peran media massa sangat strategis untuk membantu perempuan lepas dari ketertindasannya selama ini. Media massa juga mampu menjadi kekuatan positif untuk mengangkat harkat dan status hukum perempuan dalam relasi gender, termasuk untuk membangun konstruksi realitas gender secara adil,” ujar Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Indra Gunawan pada Penguatan Jejaring Pelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) melalui Forum Media di Provinsi Jawa Timur.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia sekaligus Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Zulfiani Lubis mengatakan jurnalis perempuan masih mengalami diskriminasi, pelecehan, dan dianggap kurang mampu untuk meliput peristiwa politik. Perempuan dan laki-laki memiliki perspektif yang berbeda dan ini terlihat dari penulisan berita yang dihasilkan. Padahal, perspektif perempuan akan memberikan warna yang berbeda pada pemberitaan isu politik. Di samping itu, hal penting dalam semua jenis topik berita, mulai dari proses perencanaan, peliputan, produksi sampai penerbitan/penayangan, harus memenuhi Kode Etik Jurnalistik Indonesia.  Berita tentang politik, ekonomi, hukum, kriminalitas, gaya hidup, agama, budaya, dan lain – lain harus mengacu pada etika jurnalistik.  Ini merupakan standar minimal “good journalism”.

Indra Gunawan mengatakan diskriminasi peran gender yang dikontruksi sosial dapat hilang, jika media sebagai sebuah lembaga sosial yang memiliki cita-cita intitusional dapat mendidik masyarakat dan berperan aktif untuk meningkatkan kesetaraan gender. “Kami berharap media mampu memengaruhi sistem sosial untuk mempertimbangan nilai adil gender. Seluruh pekerja media harus memiliki pemahaman tentang sensitivitas gender agar kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan bisa tercapai,” tutup Indra Gunawan.

 

                                           PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN                                                                                                                                     DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510, 

 e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id                                                                                                                                                                                                     www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 09 Juli 2020

Pengasuhan Terbaik Anak, Tanggung Jawab Bersama (31)

Merebaknya wabah Covid-19 yang telah menjadi masalah kesehatan dunia,
Siaran Pers, Rabu, 08 Juli 2020

Berpikir Kritis, Hindari Anak dari Janji Manis Teroris (24)

Kasus tindak pidana terorisme di Surabaya pada 13-14 Mei 2018 lalu yang melibatkan anak-anak menyadarkan kita bahwa saat ini anak-anak…
Siaran Pers, Rabu, 08 Juli 2020

Ajari Anak Menjaga Privasi di Media Sosial  (45)

Jakarta (8/07) – Kebijakan Belajar dari Rumah (BdR) pada masa pandemi Covid-19, membuat intensitas anak dalam mengakses gawai dan internet…
Siaran Pers, Selasa, 07 Juli 2020

Stop Cyberbullying! Ciptakan Ruang Daring yang Aman bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19 (45)

Jakarta (7/07) – Saat ini, anak Indonesia merupakan bagian dari generasi digital yang aktif mengakses media sosial. Pada masa pandemi…
Siaran Pers, Selasa, 07 Juli 2020

Saat Pandemi, Anak di Wilayah Bencana Rentan Mengalami Eksploitasi dan Trafficking (55)

Anak dalam situasi bencana merupakan salah satu kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan, eksploitasi, bahkan menjadi korban perdagangan orang (trafficking).…