Bertemu Wali Kota Surabaya, Menteri Bintang Bicarakan Wirausaha Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 10 Desember 2019
  • Dibaca : 543 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-324/Set/Rokum/MP 01/12/2019

 

Surabaya (09/12) Dalam pertemuannya dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atau akrab dipanggil Risma, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengapresiasi upaya untuk menyejahterakan dan memberi perlindungan pada anak - anak, kaum perempuan, hingga lansia.

"Selama kami berkunjung di Surabaya, kami mendapat banyak inspirasi. Banyak hal yang telah dilakukan oleh Bu Risma dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memenuhi hak dan perlindungan khusus anak, serta memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan. Salah satunya dalam upaya merangkul anak - anak yang putus sekolah dan anak - anak telantar, utamanya pada konsep hulu hingga hilir pada Pondok Sosial Kampung Anak Negeri (KANRI) yang merupakan bagian dari Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Sosial Kota Surabaya. Kami juga ingin mengintegrasikan program Kemen PPPA yakni Industri Rumahan (IR) dengan Program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang muda. IR telah diinisiasi sejak 2016 dan telah menghasilkan 3764 model IR," tutur Menteri Bintang.

Terkait pemberdayaan perempuan di bidang wirausaha, Wali Kota Surabaha, Tri Rismaharini berpesan agar Kemen PPPA bisa mendorong pimpinan daerah untuk lebih memberikan pendampingan dan pelatihan daripada bantuan berupa uang untuk modal usaha.

"Kemen PPPA harus bisa mendorong para pimpinan daerah untuk memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan bagi masyarakat, khususnya perempuan, namun memang harus ada konsistensi dari pendampingan tersebut. Sebisa mungkin jangan berikan mereka modal bantuan berupa uang, mereka harus jadi pejuang dan petarung yang tangguh.  Kita harus bangkitkan semangat mereka. Biasakan mereka untuk memberi daripada menerima," jelas Tri Rismaharini.

Selain Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, Pemkot Surabaya juga mengembangan Kader Bumantik (Ibu Pemantau Jentik), Wamantik (Siswa Pemantau Jentik), dan Kader Lingkungan. Kader Lingkungan adalah edukasi bagi masyarakat dalam pengolahan sampah.

Tri Rismaharini juga bercerita bahwa kasus perdagangan anak terjadi karena anak - anak tersebut tinggal di sekitar lokalisasi, salah satunya Gang Dolly. Setelah Gang Dolly ditutup, warga sekitar gang tersebut diberdayakan untuk membuat usaha batik dan kerajinan tangan, sedangkan anak muda dilatih untuk membuat usaha laundry. Orang tua dan lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap sikap dan perilaku anak. Pada dasarnya anak - anak memiliki keahlian dan talentanya masing - masing.

Menteri Bintang juga ingin merangkul Pemkot Surabaya untuk ikut memperkenalkan permainan tradisional kepada anak - anak. 
"Kami juga tertarik untuk menggandeng Pemerintah Kota Surabaya untuk memperkenalkan permainan tradisional. Melalui permainan tradisional, kita bisa memberikan pemahaman kepada anak terkait berbagai macam suku, adat, budaya, dan agama untuk meningkatkan toleransi dan mengurangi radikalisme sejak dini," tutup Menteri Bintang.

 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

 Telp.& Fax (021) 3448510,

  e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 18 September 2020

Kemen PPPA Kawal Pilkada Ramah Anak (47)

Jakarta (18/9) – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 akan segera digelar. Beberapa peraturan terkait Pilkada telah direvisi menyesuaikan…
Siaran Pers, Kamis, 17 September 2020

Rakornas PPPA Soroti Masalah Perlindungan Perempuan dan Anak di Masa Pandemi dan Percepatan Pembangunan Perempuan dan Anak pada 2021 (124)

Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakornas Pembangunan PPPA) Tahap III Tahun 2020 yang dilaksanakan di Bali…
Siaran Pers, Rabu, 16 September 2020

Sunat Perempuan Timbulkan Trauma Pada Ibu dan Anak Korban (45)

Jakarta (16/9) –  Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) atau Pemotongan/Perlukaan Genital Perempuan (P2GP) atau kerap disebut dengan istilah sunat perempuan
Siaran Pers, Rabu, 16 September 2020

Sunat Perempuan Timbulkan Trauma Pada Ibu dan Anak Korban Sunat (41)

Jakarta (16/9) –  Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) atau Pemotongan/Perlukaan Genital Perempuan (P2GP) atau kerap disebut dengan istilah sunat perempuan dari…
Siaran Pers, Rabu, 16 September 2020

PUSPAGA Berikan Layanan Konseling bagi Masyarakat Penuhi Pengasuhan Berbasis Hak Anak (139)

Konseling merupakan salah satu layanan prioritas yang diberikan PUSPAGA kepada masyarakat