Ajari Anak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masa New Normal

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 02 Juli 2020
  • Dibaca : 357 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-131/Set/Rokum/MP 01/07/2020

Jakarta (02/7) – Mempersiapkan diri menghadapi new normal perlu dilakukan tidak hanya bagi orang dewasa, melainkan juga pada anak. Ketua Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) Wiwin Hendriani memaparkan hasil survei sederhana yang dilakukan IPPI terkait respon anak terhadap istilah new normal menunjukkan bahwa bayangan anak tentang new normal berbeda dengan orang dewasa. 

“Rupanya, perasaan yang muncul dari anak yang sekian bulan tinggal di rumah dan belajar dari rumah dominan adalah perasaan-perasaan bosan. Sehingga ketika bertemu new normal, respon yang muncul adalah respon senang dari anak. Mereka senang karena mau masuk sekolah lagi, tidak bosan di rumah, akan bertemu teman-teman, dan bisa keluar rumah,” ujar wiwin.

Dalam Webinar ‘Edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) bagi Anak dan Keluarga dalam Kesiapan Tata Kehidupan Normal Baru’ yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Kamis (02/7), Wiwin menjelaskan meski respon anak terhadap new normal cukup baik, namun hal tersebut perlu diwaspadai oleh orang tua agar tidak kehilangan kontrol dan pengawasan terhadap anak di masa new normal.

“New normal ini ternyata stimulan menyenangkan buat anak, artinya kita akan mendapati tantangan bahwa anak-anak akan antusias masuk new normal. Di balik antusias ini kita harus bisa mengimbangi dengan kesiapan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wiwin.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Lenny N Rosalin menuturkan adanya “5 siap” yaitu siap PHBS di rumah, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan, dan tempat umum dalam menghadapi new normal merupakan tanggung jawab banyak pihak. 

“Anak merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19. Pemahamannya terutama terkait pandemi Covid-19 tentu belum maksimal. Kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk melindungi dan memberikan arahan pada mereka dimulai dari rumah dan keluarga. Dalam mempersiapkan anak di era new normal, protokol kesehatan harus tetap jadi yang utama ditekankan,” ujar Lenny.

Di masa new normal, tidak menutup kemungkinan anak akan kembali beraktivitas di luar rumah. Oleh karena itu menurut Lenny, salah satu upaya penting yang harus dilakukan oleh orang tua adalah menerapkan PHBS.

“Hidup bersih dan sehat harus jadi pola kehidupan kita, setiap saat harus dilakukan. Ajarkan anak menerapkan PHBS dan disiplin melaksanakannya. Berikan contoh kepada anak agar anak dapat meniru praktik baik dalam keluarga dan lakukan bersama. Beri pujian bagi anak jika mereka terlibat dalam aktivitas kebersihan dalam rumah serta biasakan komunikasi dua arah sehingga anak memahami kondisi yang sedang terjadi,” jelas Lenny.

Pentingnya PHBS diajarkan pada anak juga dikuatkan pandangan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Riskiyana Sukandhi Putra. Penerapan PHBS dinilai sebagai kunci keberhasilan upaya pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 agar individu, keluarga dan masyarakat tidak tertular di masa new normal.

“New normal itu kondisi dimana masyarakat dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan melakukan adaptasi untuk dapat hidup berdampingan dengan Covid-19 karena sejatinya virus ini tidak hilang. Peraturan baru, gaya hidup baru, kebiasaan baru harus dibarengi dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi kunci memutus rantai penyebaran virus,” ujar dr. Riskiyana Sukandhi.

Hal senada juga dituturkan oleh Ketua Bidang 5 Indonesia Hijau OASE Kabinet Indonesia Maju Ayun Sri Harahap Syahrul Yasin Limpo, yang menekankan pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam meningkatkan kesiapan anak dalam menghadapi new normal. 

“Dalam menjaga kesehatan anak di era new normal yang perlu diperhatikan adalah menjaga asupan gizi yang baik bagi anak. Gizi yang baik pada anak akan meningkatkan kondisi dan ketahanan tubuh anak. Komunikasi yang baik di era new normal ini juga sangat dibutuhkan, karena keluarga berperan dalam memberikan edukasi terkait protokol kesehatan dan gambaran situasi new normal pada anak,” tambah Ayun.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (277)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (83)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (82)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (90)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (78)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…