Televisi Ramah Anak, Bangun Karakter Positif Pada Anak

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 15 September 2021
  • Dibaca : 183 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-334/SETMEN/HM.02.04/09/2021

 

Jakarta (15/9) – Tayangan televisi memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir dan pola perilaku bagi anak-anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyebut karena anak adalah peniru ulung, tontonan adalah tuntunan bagi anak. Namun Menteri Bintang menyayangkan saat ini masih sedikit media, termasuk televisi yang memberikan tayangan yang ditujukan khusus bagi anak-anak. 

 

“Kondisi ini membuat penonton anak minim pilihan dan beralih menonton genre film yang tidak sesuai dengan usia mereka. Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa segmentasi anak dinilai membosankan atau tidak komersil,” ujar Menteri Bintang dalam Webinar bertajuk Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa dengan tema “Televisi Ramah Anak” yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Universitas Hasanuddin dan ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi) SUSELBAR (14/9).

 

Menteri Bintang menilai penyediaan sarana informasi dan edukasi yang berkualitas bagi anak, tidak dapat dihitung dengan nilai rupiah. Justru terdapat keuntungan jika menjamin tumbuh kembang anak yakni membentuk generasi muda dengan karakter yang tangguh, cerdas, dan berkualitas, sebagai calon pemimpin bangsa.

 

Menurut Menteri Bintang dibutuhkan upaya bersama untuk menghadirkan tayangan yang ramah anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Kemen PPPA) dan KPI dalam hal ini terus bekerja sama dalam menjamin tayangan yang berkualitas bagi anak Indonesia. 

“Kami juga memberi masukan atas revisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), yang juga menekankan bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja. Marilah kita bersama-sama wujudkan prinsip dan tujuan Televisi Ramah Anak sebagai ujung tombak pemenuhan hak dan perlindungan anak,” kata Menteri Bintang.

Lembaga penyiaran dalam hal ini sebagai penyedia tayangan dan konten diharapkan dapat memenuhi unsur-unsur televisi ramah anak. Diantaranya, memperhatikan kepentingan terbaik anak, turut serta dalam menyelesaikan persoalan anak dan perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, serta memenuhi hak partisipasi anak.

“Sekali lagi saya mengingatkan untuk tidak memberikan segala bentuk dukungan, glorifikasi dan romantisasi terhadap berbagai informasi yang mendukung semua bentuk perlakuan salah bagi anak baik secara langsung maupun tersirat,” tegas Menteri Bintang

Menteri Bintang juga menambahkan media harus cerdas dalam melakukan screening atau background checkterhadap public figure yang diberikan kesempatan untuk tampil.

 

“Jangan memilih talent yang kurang pantas dijadikan role model, memiliki rekam jejak tidak patut terhadap upaya bersama mewujudkan pemenuhan hak-hak anak, bahkan telah terbukti pernah menjadi pelaku kekerasan, apalagikekerasan terhadap anak-anak.

 

Di tengah situasi pandemi, penonton usia anak meningkat drastis menjadi 15,8% (Nielsen, 2021). KPI mendorong program siaran ramah anak yang mampu mendukung tumbuh kembang anak dan memberi inspirasi baik sehingga membentuk karakter positif pada anak. KPI juga mengaku pihaknya akan terus memperbaiki koordinasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan siaran ramah anak.

 

“Untuk membuat siaran ramah anak, harus mempertimbangkan dua hal. Satu sisi jangan sampai anak itu menirukan hal-hal yang negatif dari siaran televisi. Itu komitmen kita bersama. Tapi di sisi yang lain jangan sampai anak itu menjadi steril tidak tahu informasi tentang dinamika yang terjadi di sekitarnya,” ujar Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano.

 

 

                                                                                                                                     

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp & Fax (021) 3448510,

e-mail : humas@kemenpppa.go.idwww.kemenpppa.go.id

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 25 September 2021

Perempuan Berdaya, Tingkatkan Perekonomian Bangsa ( 12 )

Jakarta (25/9) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan  pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan sangat strategis guna…

Siaran Pers, Jumat, 24 September 2021

Menteri Bintang : Bangun Perempuan dan Anak dari Desa dengan DRPPA  ( 53 )

Jakarta (24/9) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan pelibatan perempuan dan anak secara utuh sebagai aktor dapat mendukung pembangunan Desa Ramah Perempuan dan…

Siaran Pers, Kamis, 23 September 2021

Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Kualitas Pengasuhan untuk Penuhi Hak Anak ( 74 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan pemenuhan hak dasar anak tidak dapat dipisahkan dari kualitas pengasuhan.…

Siaran Pers, Rabu, 22 September 2021

Penuhi Hak Dasar Anak, Pentingnya Sinergi Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak ( 53 )

Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Endah Sri…

Siaran Pers, Rabu, 22 September 2021

Sinergitas Kementerian/Lembaga,  Wujudkan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( 91 )

Jakarta (22/09) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan memperkuat sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) dalam rangka penanganan…