Menteri Bintang: Semua Anak Harus Terpenuhi Hak Atas Pendidikannya

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 25 November 2021
  • Dibaca : 122 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-451/SETMEN/HM.02.04/11/2021

 

Nusa Tenggara Timur (25/11) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menekankan pentingnya pemenuhan hak atas pendidikan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Hal ini disampaikan Menteri Bintang dalam kunjungannya ke Rumah Aman di Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Bintang memberikan paket bantuan spesifik kepada 16 perempuan dewasa dan 12 anak.

"Selain pendampingan psikososial yang wajib diberikan kepada mereka, pendidikan juga harus diperhatikan. Bagaimanapun juga semua anak ini tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tuanya, semua anak-anak ini menjadi tanggung jawab kita bersama terutama dalam pemenuhan hak dasarnya. Inilah yang ke depannya mari kita bersinergi dan berkolaborasi untuk mencari solusi yang terbaik," ujar Menteri Bintang, di Nusa Tenggara Timur, Rabu (24/11)

Pasalnya, masih terdapat beberapa kendala terkait pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di Rumah Aman tersebut. Salah satunya adalah sulitnya memindahkan anak yang sebelumnya bersekolah di sekolah swasta ke sekolah negeri. Menanggapi hal ini, Menteri Bintang pun mendorong adanya sinergitas antar seluruh Perangkat Daerah, baik kabupaten maupun provinsi untuk memberikan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak korban kekerasan. "Saya melihat ada sinergi yang harus dibangun di lintas Perangkat Daerah atau dicarikan solusi di tingkat provinsi," imbuh Menteri Bintang.

Pekerja sosial yang bertanggung jawab atas Rumah Aman Waingapu, Mikel Presty Carlo Moata sepakat mengenai pentingnya komitmen dari setiap instansi untuk memberikan ruang kebijakan bagi anak-anak yang mengalami kekerasan, terutama terkait pendidikan. "Harapannya akses hak pendidikan bagi anak, baik itu yang dalam naungan pemerintah maupun swasta bisa selaras konsep kebijakannya," ungkap Mikel.

Selain itu Mikel menilai perlu adanya modul pembelajaran yang dimasukkan dalam kurikulum pendidikan untuk memberikan edukasi terkait ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Saya berharap Kemen PPPA bisa bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait untuk membuat suatu formulasi baru guna menjawab model pembelajaran yang memperhatikan aspek fisik, psikis, sosial, dan spiritual bagi anak-anak, terutama yang ada di sini," tutup Mikel.

Selain memberikan penekanan terhadap pendidikan anak, Menteri Bintang juga menyoroti aktivitas pemberdayaan ekonomi perempuan yang tinggal di dalam Rumah Aman tersebut, terutama peningkatan kewirausahaan perempuan berperspektif gender. "Mereka harus bisa bangkit dan semangat," imbuh Menteri Bintang.

 

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 01 Desember 2021

Dare To Speak : Waspada Kekerasan Berbasis Gender Hingga Keamanan Digital ( 77 )

Jakarta (01/12) – Kekerasan berbasis gender (KBG) dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Saat ini kekerasan berbasis gender tidah…

Siaran Pers, Selasa, 30 November 2021

Tanggapi Kasus Pornografi Online, Kemen PPPA Tegaskan Pentingnya Pengawasan Orangtua ( 83 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan pentingnya peran orangtua dalam mengawasi konten yang diakses oleh anak di…

Siaran Pers, Selasa, 30 November 2021

Penuhi Hak Bermain Anak, Kemen PPPA Kembali Lakukan Standardisasi dan Sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak ( 145 )

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan dipenuhi hak-haknya. Salah satu hak anak yaitu dapat bermain dan mengembangkan…

Siaran Pers, Senin, 29 November 2021

Cegah Kekerasan, Kemen PPPA Minta Pemda Lindungi Anak Disabilitas ( 111 )

Jakarta (29/11) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta pemerintah daerah memberikan perhatian bagi anak disabilitas untuk mencegah anak mengalami…

Siaran Pers, Senin, 29 November 2021

Lembaga Penyiaran Ramah Anak, Dukung Pemenuhan Hak Anak ( 100 )

Pemenuhan hak anak atas informasi yang layak anak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…