Menteri Bintang: Sekolah Ramah Anak Wujudkan Masa Depan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 13 Januari 2022
  • Dibaca : 236 Kali

Siaran Pers Nomor: B-019/SETMEN/HM.02.04/1/2022

 

 

Jakarta (13/01) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga menuturkan bangsa yang besar adalah bangsa yang juga berinvestasi besar terhadap sumber daya manusianya. Adapun mengutamakan pendidikan terhadap anak menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai cita-cita dari bangsa tersebut.

 

“Jumlah anak di Indonesia sangat besar, dimana mereka mengisi sekitar sepertiga dari populasi Indonesia. Untuk itu, sudah sepatutnya pendidikan yang berkualitas dan ramah terhadap anak diperjuangkan bagi setiap anak Indonesia. Tidak hanya itu, satuan pendidikan juga harus menjadi bagian integral dalam pemenuhan hak-hak anak lainnya. Salah satunya diwujudkan melalui inisiatif Pemerintah dengan kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA),” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Webinar “Membangun Semangat Belajar, Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Menuju Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dalam rangka HUT SMAN 3 Denpasar Ke-45. 

 

Menteri Bintang menjelaskan konsep dari SRA sendiri adalah mengubah pendekatan/paradigma kepada peserta didik dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak, memberikan teladan perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari di satuan Pendidikan, memastikan orang dewasa di satuan pendidikan terlibat penuh dalam melindungi anak dari ancaman yang ada di satuan Pendidikan, dan memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam berbagai aktivitas. 

 

Adapun terkait dengan komponen Sekolah Ramah Anak, Kemen PPPA telah menetapkan 6 (enam) komponen yakni; kebijakan SRA termasuk untuk memetakan enam kelompok anak rentan; pendidik dan tenaga kependidikan terlatih Konveksi Hak Anak dan SRA; pelaksanaan proses belajar yang ramah anak dalam pelaksanaan SRA; sarana dan prasarana ramah anak; partisipasi anak; dan partisipasi orang tua, alumni, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha. Sehingga SRA bukan merupakan kewajiban tenaga pendidikan saja namun juga unsur-unsur di luar sekolah.

 

“Dengan konsep tersebut maka dapat dibayangkan di SRA tidak ada kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, baik antar siswa, dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, maupun seluruh komponen lainnya. Seluruh komponen sekolah bahu membahu menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Semua orang juga bisa berpartisipasi dan berdiskusi secara terbuka secara inklusif. Lingkungan yang demikian menjadi sangat penting bagi pemenuhan hak-hak anak yang sifatnya kompleks dan multisektoral, apalagi di masa pandemi yang serba sulit ini,” imbuhnya. 

 

Dalam momentum tersebut, Menteri Bintang sekaligus memberikan masukan dan dukungan kepada seluruh komponen di SMAN 3 Denpasar. “Saya berharap agar SMAN 3 Denpasar dapat menjadi pionir dan contoh SRA di Kota Denpasar, bahkan di Provinsi Bali, dan di Indonesia. Tentu dukungan dari Ibu/Bapak Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta peserta didik, orang tua/keluarga dan alumni sangat memegang peran kunci. Untuk anak-anakku, tetaplah semangat dalam menggapai cita-cita, manfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang positif, inovatif, dan kreatif. Berpartisipasilah secara aktif dalam pembuatan berbagai keputusan dan jadilah pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak-hak kalian,” ujar Menteri Bintang. 

 

“Marilah kita semua bergandeng tangan, bersinergi, dan berkolaborasi, untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berakhlak, berkarakter, cerdas, unggul dan berdaya saing, yang mampu menghadapi berbagai tantangan di masa kini maupun masa depan, demi dunia yang lebih baik untuk semua,” tutup Menteri Bintang. 

 

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 19 Januari 2022

Menteri PPPA Resmikan Rumah Aman di Sumedang Untuk Lindungi Penyintas Kekerasan ( 10 )

Sumedang (19/01) –  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga meresmikan Rumah Aman Simpati Adhyaksa Jatinangor di…

Siaran Pers, Rabu, 19 Januari 2022

Bertemu Menteri Keuangan, Menteri PPPA Sampaikan Kondisi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ( 34 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tantangan…

Pengumuman, Selasa, 18 Januari 2022

Hasil Tes kompetensi I Tenaga Pendukung Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak di Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2022 ( 1393 )

Hasil Tes kompetensi I Tenaga Pendukung Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak di Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun…

Siaran Pers, Selasa, 18 Januari 2022

RUU TPKS Sah Sebagai RUU Inisiatif DPR, KemenPPPA Siap Jadi Bagian dalam Penyusunan DIM ( 258 )

Jakarta (18/01) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia mengapresiasi langkah DPR RI

Siaran Pers, Senin, 17 Januari 2022

RUU TPKS Akan Disahkan sebagai Inisiatif DPR, Menteri PPPA Apresiasi Kerja Tim Gugus Tugas ( 165 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menilai, pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo mengenai percepatan pengesahan…