Resmikan WINStore dan WINKitchen di Manado, Menteri PPPA Dukung Pemberdayaan Perempuan Secara Ekonomi

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 27 Juni 2022
  • Dibaca : 83 Kali
...

Siaran Pers Nomor: B-326/SETMEN/HM.02.04/06/2022

 

 

Manado (27/6) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga meresmikan WINStore dan WINKitchen, sebuah wadah untuk memfasilitasi sekaligus meningkatkan kompetensi para perempuan pelaku usaha atas inisiasi Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN) di Manado, Sulawesi Utara, Senin (27/6). WINStore dan WINKitchen merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya pemberdayaan perempuan secara ekonomi serta peningkatan kualitas keluarga, sekaligus membantu pengolahan produk dan pemasaran.

 

Dalam acara tersebut, Menteri PPPA didampingi Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Lenny N. Rosalin, yang juga merupakan salah satu Pengurus WIN. Dalam sambutannya, Menteri PPPA mengemukakan bahwa perempuan memiliki potensi dan peran luar biasa dalam sektor ekonomi, terutama pengelolaan dan kepemilikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. UMKM juga memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

 

“Kehadiran WINStore dan WINKitchen serta program-program pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai isu yang menjadi penghalang dalam memberdayakan perempuan secara komprehensif, dimulai dari ketahanan ekonomi, hingga peningkatan kualitas keluarga, dan lingkungannya. Meskipun perempuan memiliki potensi luar biasa pada sektor ekonomi, kesenjangan masih kerap dialami oleh perempuan. Dari kesenjangan dalam hal akses, partisipasi, kontrol, serta menikmati manfaat pembangunan masih dirasakan oleh perempuan. Karenanya, pemberdayaan perempuan secara ekonomi tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh pendapatan semata, tetapi juga alat untuk memerdekakan diri dari jerat kekerasan dan diskriminasi yang mengikat perempuan” ujar Menteri PPPA.

 

Menteri PPPA menuturkan, perempuan yang berdaya secara ekonomi juga akan turut serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Perempuan dapat memberikan nutrisi dan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya. Kesejahteraan juga meminimalisir potensi kekerasan, praktek-praktek eksploitasi anak untuk membantu perekonomian, bahkan perkawinan anak yang acapkali dijadikan solusi untuk lepas dari beban akibat kemiskinan. Hal tersebut menurut Menteri PPPA juga berkaitan erat dengan penurunan dan pencegahan stunting sebagaimana prioritas pemerintah lainnya.

 

Lebih lanjut, Menteri PPPA menyampaikan bahwa ketimpangan yang dirasakan oleh perempuan bukan disebabkan oleh karena perempuan lemah ataupun tidak kompeten, melainkan akibat dari konstruksi sosial patriaki yang telah melekat dan mengakar selama berabad-abad, yang membuat masyarakat memandang posisi perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki.

 

 “Mendukung kesetaraan dan pengarusutamaan gender adalah kewajiban, bukan pilihan. Dengan begitu, menjadi tugas kita bersama lah untuk dapat mengkonstruksi ulang pandangan yang salah tersebut, tidak hanya karena potensi perempuan yang merupakan kekuatan untuk mencapai kemajuan bangsa, tetapi juga merupakan hak asasi manusia,” tandas Menteri PPPA.

 

Sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam mempromosikan kesetaraan gender di dalam berbagai macam aspek kehidupan, Presiden Joko Widodo memberikan mandat kepada KemenPPPA untuk menuntaskan isu-isu prioritas melalui 5 (lima) Arahan Presiden dimana “peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berspektif gender” menjadi hulu dari 5 (lima) Arahan Presiden. Arahan Presiden tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam agenda pembangunan Indonesia ke depan serta upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu “mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan”.

 

“Untuk mencapai tujuan bersama yaitu ketahanan ekonomi bagi perempuan dan kesetaraan gender, tentunya tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri. Mari kita bersinergi dan berkolaborasi antar instansi, organsiasi, dan juga negara, serta saling bergandengan tangan, mengesampingkan ego masing-masing, untuk mencapai satu tujuan yang sama, yaitu perempuan yang tangguh, berdaya dan mandiri, apapun kondisinya,” jelas Menteri PPPA.

 

Dalam kesempatan tersebut, salah satu pelaku UMKM perempuan, Junisa, menyampaikan bahwa untuk menjadi pelaku UMKM perempuan harus memiliki sifat tahan banting. “Dukungan yang diberikan dari suami dan keluarga memiliki peran yang amat besar dalam menyukseskan usaha aksesoris dari batok dan kayu kelapa yang saya rintis. Pesan yang dapat saya sampaikan kepada pelaku UMKM lainnya adalah harus selalu mau berusaha mencari peluang, tahan banting, dan yang terpenting adalah tidak mudah menyerah,” tutur Junisa.

 

 

 

BIRO HUKUM DAN HUMAS

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 10 Agustus 2022

KemenPPPA Lakukan FGD Dorong Percepatan Pengesahan Peraturan Pelaksana UU TPKS ( 58 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya tengah menyusun peraturan pelaksana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor…

Siaran Pers, Rabu, 10 Agustus 2022

KemenPPPA Meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian ( 41 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Kementrian /Lembaga pada…

Siaran Pers, Rabu, 10 Agustus 2022

KemenPPPA Pastikan Korban KDRT di Karanglewas Banyumas Dapat Pendampingan  ( 61 )

Jakarta (10/8) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memastikan agar korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Karanglewas,…

Siaran Pers, Rabu, 10 Agustus 2022

KemenPPPA Terus Lakukan Sinergi dalam Percepatan Penyusunan Aturan Turunan UU TPKS   ( 67 )

Jakarta (10/8) - Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang telah diundangkan pada 9 Mei 2022 merupakan wujud kehadiran…

Siaran Pers, Selasa, 09 Agustus 2022

Kunjungi Kampung Kaye, Menteri PPPA Dorong Peran Perempuan Tangguh ( 110 )

Agats, Papua (9/8) – Kampung Kaye di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua memiliki kekayaan sumber daya manusia yang patut diteladani,…