Press Release : Perempuan Berpartisipasi dalam Pengendalian Perubahan Iklim

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 15 April 2016
  • Dibaca : 2455 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Siaran Pers Nomor:  29/Humas KPP-PA/4/2016

Perempuan Berpartisipasi dalam Pengendalian Perubahan Iklim

 

       Jakarta –   Peran spesifik perempuan dalam pengendalian perubahan iklim tidak dapat dipungkiri. Mereka adalah agen perubahan baik bagi keluarga, lingkungan ataupun komunitasnya. Perempuan juga memiliki potensi, pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Kondisi ini telah menempatkan perempuan sebagai kelompok yang mampu menjadi “katalisator” dalam rangka adaptasi dan mitigasi serta  perubahan iklim. Perempuan memiliki pengetahuan dan keahlian yang dapat digunakan dalam mitigasi perubahan iklim, strategi pengurangan bencana dan adaptasi. Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise  pada pembukaan seminar Indonesia Climate Change Education Forum and Expo (ICCEFE) ke-6 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (15/4/2016).


"MENTERI PP DAN PA IBU YOHANA YEMBISE DI DAMPINGI OLEH BAPAK SESMEN WAHYU HARTOMO MENGHADIRI SEKALIGUS MEMBUKA  "Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016" DI JAKARTA CONFVENTION CENTER (JCC), JAKARTA. 15-April-2016."

      Menurutnya, isu perubahan iklim saat ini menjadi salah satu isu global yang berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadi salah satu negara yang rentan terhadap dampak negatif dari perubahan iklim. Diprediksi dengan kondisi geografi yang ada, semua wilayah  akan mengalami kenaikan temperatur dan intensitas curah hujan. Dampaknya terjadi risiko peningkatan banjir maupun kekeringan panjang pada musim kemarau, serta bertambahnya frekuensi peristiwa iklim ekstrim. Hal ini jelas akan berpengaruh pada gangguan kesehatan, mata pencaharian masyarakat, ekonomi dan biodiversitas. Kelompok yang sangat rentan dalam perubahan iklim adalah masyarakat yang  tinggal di wilayah pesisir, perkotaan atau penduduk yang tinggal di daerah terpencil, terluar dan terdalam.

       “Perubahan iklim berdampak pada perubahan siklus kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat yang rentan seperti masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, perkotaan ataupun pulau-pulau terkecil dan terluar. Dampak perubahan iklim juga sangat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian dari pemanfaatan sumber daya alam misalnya petani, nelayan dan masyarakat yang mencari penghidupan yang bersumber dari hutan. Di sisi lain perempuan dan anak juga menjadi kelompok masyarakat yang sangat rentan dan menjadi korban terbesar akibat terjadinya perubahan iklim ini,” kata Menteri Yohana.  

      Pemerintah Indonesia sangat serius menyikapi isu perubahan iklim ini dan berkomitmen penuh untuk melakukan berbagai upaya untuk dapat mengatasinya. Salah satu sikap dan komitmen itu dinyatakan dengan komitmen nasional penurunan emisi gas rumah kaca 26 persen serta mengembangkan berbagai kebijakan dan aksi yang mendukung pembangunan rendah emisi. Caranya dengan peningkatan kapasitas dampak perubahan iklim  kepada seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

 

                                                                               HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                                                  DAN PERLINDUNGAN ANAK 

                                                                                                                                                                        Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                                                        e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (276)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (83)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (82)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Berantas Perdagangan Orang dengan Modus Eksploitasi Seksual di Media Daring, Kemen PPPA : Kenali Modusnya dan Pahami Perkembangan Teknologi (89)

Munculnya pemberitaan terkait kasus perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual anak di media daring (online) terhadap 305 anak yang dilakukan…
Siaran Pers, Rabu, 29 Juli 2020

Hilangkan Rasa Malu, Maksimalkan Pendampingan dan Perlindungan ABK Terhadap Covid-19 (77)

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya menghilangkan perasaan malu karena dapat menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan dan perlindungan…