Kunjungan Ibu Menteri PP dan PA Ke Fiji

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 19 Juli 2016
  • Dibaca : 2968 Kali
...

Suva, Fiji 19/07/2016. Delegasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang dipimpin oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, menandatangani kesepakatan program kerjasama dengan Kementerian Urusan Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Fiji. Bertempat di Gedung Suvavou House, kedua instansi sepakat untuk melaksanakan 4 (empat) program pada tahun 2016, 5 (lima) program pada tahun 2017 d an 2 (dua) program pada tahun 2017-2018. Program-program tersebut mencakup pelatihan kebijakan dan anggaran yang responsive gender, workshop tentang pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan, workshop tentang penanganan anak bermasalah dengan hukum, pertukaran praktik dan pengalaman terbaik terkait isu perempuan dan kemiskinan, integrasi isu anak berkebutuhan khusu dalam program sekolah ramah anak, pelatihan pengemasan produk dan pemasaran bagi perempuan pengusaha kecil dan menengah di Fiji dan pelatihan pembuatan dan pengawetan anyaman bambu, kulit kerang dan batok kelapa.

 

Delegasi Indonesia juga berkesempatan bertemu dengan kelompok perempuan pengusaha di Fiji. Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, IWAPI, yang juga merupakan salah satu anggota delegasi menyampaikan pentingnya organisasi perempuan pengusaha sebagai forum tukar pengalaman antar perempuan pengusaha dan forum untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam menerbitkan kebijakan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perempuan pengusaha. Pertemuan dengan perempuan pengusaha Fiji menghasilkan pemahaman tentang pentingnya organisasi perempuan pengusaha di Fiji dan keinginan para perempuan pengusaha Fiji untuk mendirikan organisasi tersebut. Forum juga menghasilkan kesepakatan kerjasama antar para perempuan pengusaha dalam hal pelatihan access to capital, access to market, business coaching, product design and branding.

 

Menteri PP-PA berkesempatan mendeklarasikan Program Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Komunitas di mana Menteri PP-PA berdialog dengan para tetua dan kelompok adat di Fiji terkait pentingnya peran serta masyarakat adat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Rombongan juga diajak untuk melihat sekolah Queen Victoria School, sebuah sekolah yang dibangun oleh TNI dan pendanannya berasal dari Pemerintah Indonesia. Sekolah ini dibangun seusai bencana angin topan winston yang melanda Fiji pada awal tahun 2016.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang, Banten Harus Bangkit dari Situasi Sulit (28)

”Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Perempuan Berdaya, Perempuan Setara  (30)

Jakarta (11/08) - Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas merupakan salah satu dari 7 agenda pembangunan lima tahun ke…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Aktivis PATBM Terus Bergerak Aktif Berikan Layanan respon Cepat selama Masa Pandemi Covid-19 (30)

Sejak diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2016 para aktivis gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Menteri PPPA : Penuhi Hak Anak, Dukung Pemberian Asi Ekslusif (21)

Jakarta (12/08) – 1000 hari pertama anak hingga usia 2 tahun merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (46)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…