KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Korban Banjir Bandang Garut

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 10 Desember 2016
  • Dibaca : 1379 Kali
...

Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Korban Banjir Bandang Garut

Garut (10/12) - Guna mengurangi beban para perempuan korban banjir bandang sungai Cimanuk, Kementerian PP dan PA memberikan pelatihan keterampilan berupa jahit menjahit dan tata boga. Acara yang digelar di SMKN 3 ini diikuti 70 perempuan dan dibuka oleh Umi Risman dari Dharma Wanita Persatuan Pusat. Acara yang digelar selama 2 hari ini bertujuan mengajak para perempuan untuk bangkit dan mandiri dari keterpurukan bencana banjir. Para pelatih keterampilan didatangkan oleh Kementerian PP dan PA dari TP PKK Bekasi.

Menurut Sunarti selaku Sekretaris Deputi Perlindungan Hak Perempuan (PHP),  pemberian pelatihan keterampilan ini juga dalam rangkaian bakti sosial peringatan Hari Ibu ke-88 tahun 2016. "Sengaja kami pilih tempat di SMKN 3 Garut karena sekolah ini lengkap peralatannya untuk kegiatan pelatihan selama 2 hari. Hari pertama Sabtu kami memberikan pelatihan jahit menjahit dan Minggu kami berikan pelatihan tata boga", ungkap Sunarti.

Para perempuan yang mengikuti pelatihan ini, sebut Sunarti, sejak kejadian banjir bandang pada 20 September 2016 mengungsi di 7 titik lokasi hunian sementara di wilayah Kabupaten Garut.

"Kami berharap dengan  adanya pelatihan ini, para perempuan korban bencana banjir bisa bangkit  terutama bisa punya usaha nantinya. Kami juga berharap adanya perjanjian kerjasama dengan pihak sekolah ke depannya," kata Sunarti.
Perjanjian kerjasama dengan Kementerian PP dan PA juga diharapkan Kepala Sekolah SMKN 3, Uyun Adiyanto. "Ke depannya kami berharap ada kerjasama dari Kementerian PP dan PA terkait pemberdayaan anak-anak sekolah. Kami memiliki 1200 siswa-siswi dan sebagian besar adalah siswi. Adanya jurusan Teknik Komputer Jaringan, Akutansi, Perhotelan, Tata Boga dan Tata Busana, bisa menjadi bekal siswa siswi kami untuk bisa mandiri dan bekerja sesuai jurusan yang sudah diambil", ujar Uyun.

Ditambahkan Kepala Badan KB dan PP Kabupaten Garut, Toni Tisna Soemantri, adanya pelatihan ini diharapkan kaum perempuan bisa menyimak pelatihan dengan baik. Ia juga berharap perempuan bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Dede Rindayani, 33, salah satu peserta pelatihan mengaku senang bisa mendapatkan pelatihan keterampilan. Ibu empat anak yang rumahnya hanyut saat kejadian bencana banjir ini berencana akan membuka usaha sendiri. Namun ia butuh modal untuk membuka usaha guna membantu suaminya yang bekerja sebagai tukang becak.

Selain pemberian keterampilan, Kementerian PP dan PA juga menyerahkan bantuan peralatan tata boga dan buku-buku.

Publikasi Lainya

E - Book, Rabu, 21 Februari 2018

Panduan PHI ke 89 tahun 2017 (6)

Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia sungguh bermakna. Ekspresinya antara lain…
E - Book, Rabu, 21 Februari 2018

Panduan PHI ke 88 tahun 2016 (4)

Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengingatkan kita semua untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, sebagai…
E - Book, Rabu, 21 Februari 2018

Panduan PHI ke 84 tahun 2012 (4)

Peringatan Hari Ibu ke-84 tahun 2012 dimasudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan makna Hari Ibu…
Berita, Selasa, 20 Februari 2018

Era Baru Pengelolaan Migas Indonesia (18)

Kejayaan industri minyak dan gas (migas) tanah air bukan hanya soal pencapaian puncak produksi migas tertinggi, melainkan juga peningkatan atas…
E - Book, Selasa, 20 Februari 2018

Indeks Komposit Kesejahteraan anak 2018 (17)

Indeks Komposit Kesejahteraan anak 2018