Gender dan HIV/AIDS: TOT PPRG dalam HIV/AIDS

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2129 Kali

Bali, 5 Juli 2012. Upaya untuk mengintegrasikan isu gender dalam berbagai program dan kegiatan paada dasarnya dilakukan untuk semakin mengefektifkan pelaksanaan program dan kegiatan sehingga bisa dipastikan bahwa baik perempuan dan laki-laki memperoleh manfaat dari pelaksanaan program dan kegiatan. KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) sebagai salah satu lembaga yang berperan dalam mengkoordinasikan berbagai upaya untuk menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia juga telah memberikan perhatian yang cukup tinggi dalam mengintegrasikan isu gender di dalam program dan kegiatan penanganan HIV/AIDS.

 

Hal ini ditunjukkan dengan berbagai workshop dan pelatihan yang telah diselenggarakan di berbagai provinsi di Indonesia dalam perencanaan dan penganggaran yang responsive gender dalam HIV/AIDS yang pelaksanaanya juga mendapat dukungan dari Australia Aid dan Kementerian PP dan PA. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) pada tanggal 1-5 Agustus 2012 di Bali adalah melalui Training of Trainer (TOT) dalam Perencanaan dan Penganggaran yang Responsive Gender dalam HIV/AIDS. Peserta TOT berjumlah 15 orang yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Tim asistensi HIV/AIDS dari propinsi Riau, Jakarta, Kota Tangerang dan Jawa Timur serta Pokja Gender dan HAM. Sementara dari SKPD terdiri dari wakil Badan PP dan KB Propinsi Kepulauan Riau dan DIY, Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dispora) Riau, serta perwakilan dari Kanwil HAM Jawa Barat. Selain itu beberapa perwakilan LSM seperti dari: Solidaritas Perempuan, Rifka Anissa, Ikatan Perempuan Positif Indonesia.

 

Para peserta TOT ini yang disaring dari hasil seleksi tertulis tertulis dalam bentuk essay tentang isu gender dan HIV/AIDS. Melalui tahap penyaringan peserta ini sangat membantu dalam pelaksanaan tahapan pelaksanaan TOT hal ini terbukti dengan dinamisnya kelompok baik dalam diskusi maupun pemaparan. Materi TOT secara umum terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian pertama terkait dengan Perencanaan dan Penganggaran yang Reponsif Gender serta bagian kedua teknikfasilitasi. Pada hari terakhir para peserta berkesempatan mempraktekkan hasil pembelajaran TOT dalam sesi micro teaching.

 

Melalui TOT ini diharapkan akan akan tersedia trainer-trainer Gender dan HIV sehingga akan semakin membantu mempercepat penginegrasian isu gender dan HIV/AIDS baik dalam proses perencanaan dan penganggaran baik di pusat maupun di daerah.(IG)

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (28)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (35)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (451)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (114)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (96)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019